Kades Diduga Perkosa Warganya

Kades Diduga Perkosa Warganya

3843
0
BERBAGI

Korban Juga Dipaksa Konsumsi Sabu

KARAWANG– Ternyata selain terjerat penyalahgunaan narkotika, Kepala Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Abdul Rosid diduga telah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang wanita berkali-kali. Bahkan korban dipaksa menghisap narkotika jenis sabu untuk melancarkan aksinya.

Menurut korban sebut saja namanya Bunga mengatakan, awalnya pada (26/6) kemarin hari kedua Hari Raya Idul Fitri. Ia melintas depan rumahnya (kades) dan saat itu dia ada didepan teras, kemudian mendatanginya dengan niatan bersilahturahmi ke keluarganya.

“Saat itu saya disuruh masuk oleh pak Kades dan katanya ada ibu didalam rumah. Saya pun masuk ke dalam rumah dan ternyata kosong tak ada siapa-siapa. Namun tiba-tiba pintu depan ditutup kemudian langsung dikunci oleh pak Kades,” katanya kepada KBE sambil mengeluarkan air mata, Minggu (5/11).

Lanjutnya, ia sambil berontak, namun dia (kades) menariknya ke dalam salah satu kamar. Dan saat itu sudah ada alat-alat yang terbuat dari kaca (diduga bong), ia dipaksa untuk menghisapnya. Setelah itu, kepalanya merasa pusing, pengen muntah serta lemas dan kemudian dia langsung menggagahi dirinya.

“Setelah menyetubuhi saya dan sebelum pulang, pak Kades sempat mengancam untuk tidak memberitahu ke siapa pun. Karena dia mengaku telah memfoto dan kalau bilang foto tersebut akan disebarkan,” ungkapnya.

Menurutnya, awalnya ia tidak tahu yang dihisapnya apa, namun setelah mencari tahu ternyata narkotika jenis sabu. Kemudian setelah mendapat ancaman tersebut, ia tidak berani memberitahu ke siapa pun, karena takut foto-foto tersebut tersebar.

“Beberapa hari kemudian, pak Kedas menghubungi saya dan mengajak ketemuan, namun saya tidak mau. Tetapi dia katanya mau membicarakan soal koperasi, karena memang kami ada kerjasama koperasi. Namun saya tidak mau ketemu dirumahnya dan pak Kades mengajak bertemu di belakang Puskesmas Telukjambe Timur,” ungkapnya.

Ia mengatakan, setelah bertemu dia mengajak ke kontarakan salah satu temannya. Tak lama membahas masalah koperasi, kemudian temannya (kades) menutup pintu. Lalu dia memaksa dirinya kembali menghisap sabu sambil membekam mulutnya dan mengancam untuk tidak berondak.

“Dengan kondisi seperti kejadian pertama dipaksa sabu, saya disetubuhi oleh mereka berdua secara bergiliran. Setelah itu, mereka mengancam kembali saya akan menyebarin foto-foto tersebut. Bahkan mengancam akan membunuh anak dan orang tua saya,” jelasnya.

Kemudian pada akhir bulan Juli, dia menghubunginya lagi dengan bermaksud meminta maaf atas kejadian tersebut dan tidak akan mengulangi lagi. Dan dia mengajak bertemu di hotel, saat ditanya kenapa di hotel? dia beralasan ada acara dan habis rapat.

“Saya disuruh ke kamar 310, setelah masuk dan di dalam sudah mereka (kades dan temannya) dan dipaksa kembali menghisap sabu. Dan porsinya lebih banyak kemudian mereka kembali menyetubuhi. Tak lama datang teman mereka tiga orang dan menggagahi juga secara bergiliran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ia mendengar suaranya ada tiga orang. Kalau melihat ia tidak begitu jelas sebab mata ia minus dan tak memakai kaca mata tidak bisa melihat. Dan telah melakukan aksi bejad tersebut, ia disuruh pulang dan mereka kembali mengancam seperti yang kedua. “Saya meminta pihak kepolisian memproses tindakan pak Kades bersama teman-temannya yang telah berbuat seperti itu terhadap saya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Pinayungan, Abdul Rosid hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. (red)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY