Jembatan Ambruk, Warga Dusun Pulokaim Terisolir

Jembatan Ambruk, Warga Dusun Pulokaim Terisolir

61
0
JEMBATAN AMBRUK : Warga Dusun Pulokaim Desa Kutagandok, mengeluhkan kondisi jembatan yang am,bruk serta jalan yang rusak parah dan sangat sulit untuk dilalui kendaraan bermotor.  YOGIE SETIADI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

RENGASDENGKLOK – Warga Dusun Pulokaim Desa Kutagandok Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan sangat sulit untuk dilalui kendaraan bermotor.  Selain kondisi jalan yang rusak parah, saat ini penderitaan warga bertambah dengan ambruknya satu-satunya jembatan yang menghubungkan kegiatan warga.  Akibatnya warga dusun tersebut terisolir dan warga kesusahan untuk beraktifitas terlebih para pelajar yang akan berangkat sekolah.

Saad (35) warga Dusun Pulokaim Desa Kutagandok mengatakan, kondisi jalan desa tersebut sudah lama mengalami rusak dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintahan desa setempat.

“Sudah lebih dari lima tahun pak, kondisi jalan rusak seperti ini, padahal jalan ini adalah jalan utama menuju dusun kami, karena tidak ada jalan lagi menuju dusun kami,” ungkapnya kepada KBE, Selasa (31/10).

Menurutnya jalan tersebut susah dilalui oleh kendaraan bermotor karena kondisinya sudah rusak dan sudah tidak ada lagi aspalnya, yang ada tinggal tanah saja, dengan kubangan air yang lumayan dalam.

Terlebih kalau musim hujan seperti sekarang ini menurutnya kondisi jalan lebih memprihatinkan dan tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Tak jarang para pengendara motor yang jatuh karena licinnya jalan tersebut.  Terlebih bagi para anak sekolah yang terpaksa memakai sandal jika melewati jalan tersebut, dan mengganti dengan sepatu jika sampnai di sekolah tujuan.

Dengan kondisi jalan yang rusak tersebut, menurut Saad membuat warga Dusun Pulokaim tersebut menjadi terisolasi karena berada di tengah pesawahan dengan jalan yang susah untuk dilalui.

Hal itu diperparah dengan ambruknya jembatan yang selama ini menjadi akses utama warga.  Jembatan tersebut ambruk beberapa minggu lalu, setelah hujan mengguyur dusun tersebut.

Penyebab ambruknya jembatan tersebut menurut keterangan warga karena saat pembangunan terkesan asal jadi.

Hal itu terlihat dari tidak adanya besi pada penyangga jembatan, padahal jembatan tersebut juga sering dilalui mobil.”Jembatannya tidak pakai besi pak, makanya ambruk,” terang Ali Akbar, warga lainnya.

Warga mengharapkan agar pemerintah melalui desa dan dinas terkait segera melakukan perbaikan jembatan dan jalan tersebut, agar warga tidak mengalami kesusahan dan perekonomian warga tidak terganggu.

Dan anak sekolah bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan sepatu mereka kotor.

Untuk sementara agar aktifitas warga tidak terganggu, warga swadaya membangun jembatan dari anyaman bamboo, pungkasnya.  (gie)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY