Jalan Ditutup, Warga Jarakosta Protes

Jalan Ditutup, Warga Jarakosta Protes

171
0
PROTES: Warga Jarakosta memasakn papan protes. Cr08/CIKARANGEKSPRES
BERBAGI

CIKARANG BARAT – Warga Kampung Jarakosta, Desa Danau Indah, Cikarang Barat menuntut untuk diberikan akses jalan, lantaran Jalan utama yang selama ini menjadi akses warga merupakan lahan milik perusahaan, Senin (9/10).

Warga Kampung Jarakosta, RT 01 RW 03, Bosin (35) mengatakan, akses jalan Jarakosta sejak satu bulan belakangan sudah resmi dikembalikan ke perusahaan yang menjadi pemilik lahan jalan tersebut. Selanjutnya jalan tersebut ditutup untuk kepentingan proyek perusahaan dan mulai dibangun tembok besar setinggi 2 meter.

Akar permasalahan warga kampung Jarakosta ketika Jalan Jarakosta yang membelah pemukiman warga kini telah dibangun tembok besar. Alhasil pemukiman warga yang selama ini hanya dibatasi jalan kini dibatasi tembok besar yang mulai dibangun.

Pihak perusahaan pun memberikan akses jalan pengganti di sisi tembok besar yang mulai dibangun. Namun akses jalan yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang menjadi keinginan warga lantaran lahan pengganti tersebut hanya selebar 1,6 meter.

“Jadi intinya kita minta agar Kepala Desa bisa berlaku adil, kampung kita kan jadi terbelah setelah ada tembok yang dibangun perusahaan, tapi kenapa hanya satu sisi yang berikan akses jalan pengganti seluas 3 meter sedangkan sisi lainnya hanya disisakan lahan untuk akses jalan hanya 1,6 meter, itukan tidak adil kami ingin ada kebijakan dari Kepala Desa,” ucapnya saat diwawancarai Cikarang Ekspres, Senin (9/10).

Pihak wargapun mengaku sejauh ini telah melakukan beberapa kali laporan ke Kepala Desa, namun tidak ada tanggapan serius mengenai tuntunan tersebut.

“Udah pernah kita bikin laporan tapi belum ada tanggapan dan janjinya akan disuahakan, tapi sampai sekarang pembokaran tembok terus jalan,” katanya.

Sementara itu Warga Rt 01 Rw 03 Desa Danau Indah, Asmawati menuturkan sengketa lahan jalan Jarakosta, Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat bermula ketika lahan milik PT. Bekasi Fajar yang selama ini difungsikan sebagai akses Jalan bagi warga mulai dialihfungsikan.

Pengalihfungsian tersebut bermula ketika kepemilikan lahan berpindah tangan ke PT. Karang Pusaka, lahan yang menjadi bagian dari akses Jalan Jarakosta itu mulai dialihfungsikan dan dibangun tembok pembatas setinggi 2 meter.

Warga berdalih PT. Bekasi Fajar selaku pemilik awal lahan sejatinya telah memberikan lahan sebesar 4,47 meter untuk dibuatkan akses jalan untuk warga, namun nyatanya ketika PT. Karang Pusaka mulai mengambil alih dan membangun tembok pembatas, lahan yang disisahkan untuk akses jalan bagi warga hanya selebar 1,6 meter.

“Awal cerita tukar menukar lahan oleh PT. Bekasi fajar, yang diperuntukkan untuk warga, seluas 4.47 meter, tapi pas diukur ulang hanya 1,6 meter ruang untuk akses jalan warga,” terangnya.

Kegeraman warga juga ditambah dengan sikap Kepala Desa Danau Indah Narmin, yang menurut warga tidak transparan dan tidak adil dalam melayani warga.

“Jadi intinya kita minta agar Kepala Desa bisa berlaku adil, kampung kita kan jadi terbelah setelah ada tembok yang dibangun perusahaan, tapi kenapa hanya satu sisi yang berikan akses jalan pengganti seluas 3 meter sedangkan sisi lainnya hanya disisahkan lahan untuk akses jalan hanya 1,6 meter,” geramnya.

Wargapun hanya menuntut lahan untuk akses jalan agar lebih diperluas, alasaanya 1,6 meter lahan yang disisahkan itu terlalu sempit untuk akses jalan terlebih akan dibangun tembok setinggi 2 meter.

“Kita cuma nuntut kebijakan aja, kita bukan lagi masalahin lahan 4,47 meter yang diperuntukkan untuk jalan tadi, oke enggak masalah tapi ya masa untuk akses jalan cuma disisahin 1,6 meter udah gitu ada tembok tinggi lagi,” keluhnya.

Wargapun saat ini melakukan penutupan sementara proyek pembangunan tembok dengan memasang papan tulisan terkait tuntunan mereka ke Kepala Desa. (cr08)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY