Guru Ajak Siswa Senang Belajar Statistika

Guru Ajak Siswa Senang Belajar Statistika

88
0
PELAJARAN : Guru SMPN 1 Cibarusah saat mengajak siswa untuk belajar Statistika. AGUS NURYADIN/CIKARANG EKSPRES
BERBAGI

CIBARUSAH– Statistika merupakan satu diantara beberapa pokok bahasan di semester ganjil dalam pelajaran matematika. Membuat siswa pusing karena ada rumus dan rumitnya penghitungan.

Namun dibalik itu kebermanfaatan materi statistika ternyata dipergunakan diberbagai kalangan. Dari data secara nasional, regional, bahkan di kelas. Selain itu belajar sambil bekerja dan bermain dapat membuat siswa senang dan berakibat pada tingginya daya serap siswa akan materi yang diberikan. Pelajaran statistika itu mulai dipelajari oleh para siswa SMPN 1 Cibarusah Kelas Sembilan.

Menurut Tedy Mulyana guru SMPN 1 Cibarusah, ternyata dengan rumitnya penghitungan dan rumus yang menjadi latar belakang dirinya untuk melakukan pembelajaran statitika pada siswa kelas Sembilan SMPN 1 Cibarusah.

Tentunya melalui praktek lapangan dansiswa dibentuk beberapa kelompok kemudian diberikan tugas.
Dengan tujuan untuk mencari data yang dibutuhkan, seperti dilingkungan sekitar sekolah, contohnya dilingkungan Rukun Tetangga (RT)yang berlokasi tepat dibelakang sekolah.

Data yang diambil diantaranya, encari data banyaknya anak disebuah keluarga, nomor sepatu anak, tahun lahir anak, dan tahun lahir kepala keluarga. “Ternyata setelah selesai mendapatkan data lalu kembali ke kelas, kondisi ruang kelas langsung ramai, tapi kondusif karena dalam situasi belajar.

Siswa yang biasa diam atau kurang aktif dalam belajar matematika terlihat begitu antusias dalam menyelesaikan tugs yang diberikan oleh guru. Inilah manfaatnya kalau belajar berkelompok,” katanya pada Cikarang Ekspres, Senin (9/10).

Lanjut dia, setelah data terkumpul siswa langsung membuat tabel frekuensi dan siswa dimasing-masing kelompok dibagi tugasnya, untuk membuat diagram gambar, diagram batang, dan diagram garis sesuai dengan yang ditugaskan. Sebelumnya mereka menyiapkan alat dan bahan untuk menyelesaikan tugasnya, diantaranya kertas karton warna, spidol, gunting dan lem.

Kelompok yang telah selesai sangat bersemangat lalu berteriak kegirangan, sebab dengan bangganya mereka memamerkan hasil kerja kelompoknya kepada kelompok yang lainnya. “Begitu seluruh kelompok selesai mengerjakan tugasnya, secara bergantian mereka dengan antusias dan bangganya mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.

Diselingi dengan candaan dari teman-temannya, seluruh kelompok berhasil mempresentasikan tugas yang diberikan dengan baik. Setelah itu secara bersama-sama seluruh kelompok menempelkan hasil karyanya di dinding kelas,” terangnya.

Tambah dia, hasil pekerjaan siswa seluruhnya tidak ada yang keliru, semuanya mengerjakansesuai dengan yang diinstruksikan dan guru memberikan nilainya dengan sempurna. Siswa senang karena nilainya baik dan guru pun bangga karena target kurikulum terpenuhi. ”Jadi kata siapa belajar matematika itu horor bahkan menakutkan??. Terbukti siswa senang belajar matematika yang dibuktikan pada pokok pembelajaran statistika,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY