Guru SMKN I Pakisjaya Pukul Siswa Yatim Sampai Berdarah

Guru SMKN I Pakisjaya Pukul Siswa Yatim Sampai Berdarah

637
0
BERBAGI

Diduga Karena Belum Bayar Uang Sekolah

PAKISJAYA – Iip dan Pusmayanti, dua oknum guru SMKN 1 Pakisjaya melakukan kekerasan pemukulan terhadap Dayat siswa kelas XII, putra dari pasangan almarhum Ustadz Nurdin (55) dan Upit (50) warga Dusun Pakis 1 Desa Tanjungpakis Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang.

Pengakuan keluarga korban,  Igun (50) mengaku kekerasan atau pemukulan guru terhadap siswa terjadi usai  wali murid saat datang ke sekolah. “Awalnya saya bersama teman bertiga datang kesekolah SMKN 1 Pakisjaya, Berhubung ada ribut ribut didalam yang katanya lagi musyawarah. Akhirnya, saya bersama teman 3 orang tersebut keluar pulang,” jelasnya kepada KBE, Sabtu (19/8).

“Baru saja saya sampai dirumah, ada telepon suruh datang ke sekolah penting. Begitu saya datang ke sekolah ternyata si Dayat berdarah-darah. Katanya, habis dipukul sama dua orang oknum guru. Yang satu guru laki-laki namanya Iip yang memukul , dan yang satunya lagi guru perempuan Pusmayanti mencakar muka. Setelah itu, korban pemukulan langsung dibawa untuk di visum ke dokter Hendra di Batujaya,” jelasnya lebih lanjut.

Yang disayangkan, sambung dia, dalam musyawarah tersebut seperti ada yang ditutupi. Pasalnya, sampai dia ngotot ingin tau apa penyebab persoalannya. “Kok bisa, siswa sendiri dipukul bukannya dididik. Akibatnya, apakah anak ini belum bayaran? Apa dia bandel? Seharusnya, pihak sekolah harus arif  dan bijaksana. Seandainya, dia bandel disekolah tidak harus pakai kekerasan. Sebaliknya, bila belum bayaran jangan dianiaya, karena anak yatim. Setelah bapaknya meninggal, sekarang ibunya jompo,” jelasnya dengan sedih.

Makanya, kata dia, merasa kecewa dengan sikap guru yang tidak punya hati dan main hakim sendiri. Ia menyanyangkan sikap guru yang asal pukul ke siswa. “Bukannya, kasihan sama anak yatim, eh’ malah digebugin,” ucapnya.

Menurut Encang, salah seorang RT di Desa Tanjungpakis mengatakan, tahu betul karakter Dayat yang menjadi korban pemukulan oknum guru. Karena berada di wilayahnya desa Tanjungpakis dan tahu betul kesehariannya.

“Sekali lagi saya tau persis karakter si Dayat anaknya sangat pendiam. Apalagi, ustad Nurdin bapaknya sudah almarhum, dan ibunya sekarang jompo. Kalau ada yang mengatakan dia nakal di sekolah. Saya kurang setuju, soalnya saya tetangga dekat dengan dia. Yang jelas, saya tidak setuju dengan sikap guru yang arogan main hakim sendiri. Ini sudah merupakan kekerasan terhadap anak dibawah umur. Semoga saja KPAI yang ada di_Kabupaten Karawang. Mau menindak lanjuti persoalan yang dialami anak yatim teraniaya,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Telukbuyung, Janur, membenarkan telah terjadinya kejadian di SMKN 1 Pakisjaya yang berada di desa Telukbuyung. Ia menyesalkan kejadian tersebut. “Atas kejadian guru SMKN 1 Pakisjaya melakukan tidak kekerasan terhadap siswanya saya tahu. Begitupun, kabar tersebut hanya informasi dari luar. Padahal, lingkungan sekolah ada diwilayah desa Teluk buyung. Akan tetapi, tidak pernah ada laporan bila ada kejadian apapun. Perlu diketahui, bila ada murid yang kurang mampu kita buatkan  proposal datang kedesa. Harapannya, semoga yang terjadi akan membuat cambuk bagi guru. Adapun, aturan dan hukum itu urusan yang berwenang,” tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kepsek dan oknum guru tersebut tidak dapat ditemui karena tidak ada disekolah. Dan ketika di telepon tidak ada jawaban. (gie)