Dibuli Ketiga Teman Sekelas, Irfa Terpaksa Dioperasi

Dibuli Ketiga Teman Sekelas, Irfa Terpaksa Dioperasi

760
0
LEMAS : Ditemani ayahnya Kahpi dan Ika kakanya, Irfa (12) tahun  tergulai lemas di RS Rahamadi, ia mengaku alat vitalnya ditendang dan dipukul oleh ketiga teman sekelasnya. CATUR AZI/KARAWANG BEKASI ESKPRES
BERBAGI

 

PURWAKARTA– Lagi – lagi terjadi perbuatan tidak terpuji yang dilakukan pelajar di Purwakarta, dan korbanya harus menelan pil pahit dan menjalani operasi testis di RS Ramahadi akibat ditendang dan dipukuli disekujur tubuh termasuk alat kelamin.

Irfa (12) tahun yang tinggal di Kp Garogek, RT 14/04 Desa Garogek Kecamatan Kiarapedes dan masih duduk di kelas 7 SMPN 2 Kiarapedes masih terkulai lemas setelah menjalani operasi testis akibat perbuatan buli yang dilakukan ketiga temannya saat proses belajar berlangsung pada Rabu ( 2/8) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Saya tidak salah apa – apa tapi kenapa kok saya dikeroyok lalu dipukul, ditendang sama Dadan, Hendro dan Hamdani, sudah minta ampun tapi terus dipukul, dan alat vital saya ditendang bergantian, “ kata Irfa ketika dimintai keterangan KBE, Sabtu ( 5/8) di RS Ramahadi.

Menurut Irfa yang ditemani ayahnya Kahfi serta kakaknya bernama Ika mengaku heran dan tidak menyangka kenapa ketiiga temannya tega berbuat jahat padanya, padahal dirinya merasa tidak punya salah apa – apa. Karena semuanya dianggap teman sekolah.

“Saat dipukul dan ditendang saya sudah minta ampun dan berteriak minta tolong, tapi teman sekelas tidak ada yang menolong. Ada yang mau menolong tapi malah takut, “ katanya diamini Ika kakak korban.


Ika sangat menyesalkan dengan kejadian yang menimpa adik kesayangannya, ia berharap pihak pelaku bertanggungjawab dan jangan sampai mengulang lagi perbuatan tidak terpuji tersebut.

“Sejak adik saya di bawa kerumah sakit belum ada pihak keluarga pelaku yang datang ke kami, apalagi menjenguk ke rumah sakit juga tidak, “ ujarnya.

Sedangkan Encep Kahpi (56) tahun ayah korban sangat menyayangkan dan menyesalkan dengan tidakan pelaku yang tega menganiaya putranya. Ia tidak ingin anaknya jadi trauma gara  – gara kejadian tersebut. Dan akan meminta pertanggungjawaban pihak pelaku.

Sementara itu, Kasek SMPN 2 Kiarapedes ketika dihubungi dan dimintai keterangan terkait dengan persoalan tersebut membenarkan kejadian tersebut, namun kata dia itu hal biasa karena awalnya antara korban dengan pelaku hanya bercanda, soal derita oleh korban  karena memang memiliki penyakit hernia. (ctr)