Warga Cilamaya Wetan, Keluhkan Molornya Pembuatan KTP-el

Warga Cilamaya Wetan, Keluhkan Molornya Pembuatan KTP-el

197
0
KTP EL : Warga mengeluh lambat dan lamanya pembuatan KTP el sehingga pegaweai desa selalu jadi sasaran warganya. WAHYUDI / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

CILAMAYA WETAN – Molornya pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dikeluhkan oleh warga yang berada di-Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang. Pasalnya, bukan hanya proses pengajuan saja yang dianggap menyulitkan, namun untuk memiliki KTP-el warga harus rela menunggu berbulan-bulan, walaupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) setempat mengeluarkan surat keterangan sebagai pengganti KTP-el yang belum jadi.

Menurut ketua RT Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan, Endang mengatakan, dampak dari terlalu lama pembuatan KTP-el membuat pihak desa pusing. Bahkan terkadang menjadi cemoohan masyarakat, yang menganggap keterlambatan tersebut merupakan kesalahan pihak desa.

“Warga pada nanya kapan KTP jadi. Bukan hanya sekali, sampai bosen jawabnya, terkadang malu sendiri, mau jawab apalagi.,” ungkapnya  Endang kepada KBE, Selasa (18/7) dikantor desa.

Lambatnya pembuatan KTP-el, Sambung Endang, menyebabkan Disdukcatpil Kabupaten Karawang membuat kebijakan dengan mengeluarkan surat keterangan. Namun hal itu bukan solusi jitu, malah menambah persoalan baru bagi pihak desa.

“Emang ada surat keterangan, sebagai pengganti KTP-el yang belum jadi. Tapi masyarakat kurang respon, kami butuh ktp bukan surat keterangan itu yang mereka katakan,”  jelasnya.

Selain itu, dalam surat keterangan tertera masa berlaku yang dicantumkan selama 6 bulan. Namun, batas waktu tersebut tidak sesuai dengan realisasi pembuatan ktp. Karena

Masih kata Endang, jadinya ktp tersebut bukan memakan bulan malahan tahun. Terbukti, warga yang sudah melakukan perekaman KTP-el tahun 2016 lalu sampai sekarang belum pada jadi.

“Kalau bisa jangan pakai batas waktu. Mending saat batas waktu habis, ktpnya jadi kalau belum jadi masalah lagi buat orang desa. Coba bayangkan, dari tahun 2016 kemarin sampai sekarang, sebanyak 500 warga desa sukakerta telah melakukan perekaman KTP-el, yang jadi baru 7 KTP. Gimana tidak akan menjadi masalah buat orang desa,” kata Endang menambahkan.

Sementara Tata warga desa setempat mengaku kesal atas lambatnya proses pembuatan KTP-el. Karena, kartu tanda penduduk tersebut begitu penting dibutuhkan.

Alasan yang disampaikan atas keterlambatan tersebut tidak rasio. Langkanya blangko KTP-el membuat warga semakin tidak mengerti. “Sudah 6 bulan belum jadi. Mau sampai kapan. Kami sebagai masyarakat dibuat tidak mengerti, atas kejadian ini,” pungkasnya. (cr56)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY