Puluhan Orangtua Calon Siswa Meradang

Puluhan Orangtua Calon Siswa Meradang

240
0
PPDB ONLINE: Puluhan orang tua siswa yang ada dilingkungan sekolah SMAN 3 Cikampek tidak terima anaknya tak lulus. NANDANG KOSWARA/ KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

CIKAMPEK – Puluhan orangtua calon siswa meradang dan tidak terima dengan keputusan hasil penerimaan siswa baru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Cikampek,Rabu(19/7).

Satu di antara orangtua calon siswa, Jamali tidak terima karena anaknya tidak lolos seleksi masuk sekolah tersebut.Ia beralasan, ada jalur mandiri yang dulu merupakan program bina lingkungan untuk anak-anak yang berada disekitar lingkungan sekolah.

“Saya tidak terima dengan keputasan ini, saya warga dekat sini tidak jauh dari sekolah anak saya tidak lolos.Tapi ada yang jauh dari sekolah malah bisa lolos,” ungkapnya kepada KBE, Rabu (19/20).

Hal yang sama diungkapkan Hendi Suhendi warga Dawuan Tengah yang tidak terima lantaran anaknya dinyatakan tidak lolos masuk di SMA tersebut.Ia menilai penerimaan siswa baru dari pihak sekolah tersebut tidak transparan dalam penerimaan siswa baru. “Ini tidak transparan. Masa anak kita yang berada di sekitar lingkungan sekolah malah tidak diterima, anak orang yang jauh-jauh malah diterima,” singkatnya.

Sementara pihak Kepala Sekolah SMAN 3 Cikampek  Dida Siti Saadah saat dihubungi KBE, melalui Polsel tak bisa dihubungi,dua nomor yang berbeda tidak aktif semua. Sebelumnya Selasa (11/7) telah dilakukan musyawarah  antara Kepala Sekolah SMN 3 didampingi petugas PPDB online dengan perwakilan kepala desa diwilayah sekitar sekolah serta tokoh masyarakat yang dihadiri pihak Muspika dalam satu keputusan musyawarah masyarakat lingkungan mengajukan permohonan ruang kelas baru untuk SMAN 3 Cikampek dengan pertimbangan masih dalam satu wilayah sekolah serta masih ada masyarakat yang kurang mampu.

Sedangkan pihak sekolah pada kegiatan penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2017-2018 hanya menyiapkan lima rombongan belajar dengan quota siswa per rombel 36 orang seluruhnya berjumlah 180 orang.

Dengan rincian penerimaan siswa pada PPDB online dari jumlah 180 orang,melalui Non Akademis 40 persen sedangkan melalui jalur akademis 60 persen.

Hingga memasuki Ajaran baru 2017 sudah berlangsung dua hari pihak sekolah belum memberikan jawaban yang pasti  menerima permintaan masyarakat dan sejumlah kepala desa setelah melakukan pengajuan resmi ke Dewan Pendidikan Propinsi Jawa Barat.

Sementara Kepala Desa Dawuan Tengah Jejen Jaenal Arifin mengatakan hingga Rabu ini pihak sekolah belum memberikan jawaban pasti terkait 35 orang warga sekitar lingkungan sekolah yang tidak lolos PPDB online sehingga membuat orangtua meradang. “Orang tua siswa yang tidak lolos PPDB online Dilingkungan sekolah terancam tidak sekolah di SMAN 3 Cikampek karena permohonan penambahan rombel belum terkonfirmasi dari pihak sekolah ,” jelas Jejen

Dampak kisruh PPDB online di SMAN 3 Cikampek puluhan siswa batal melanjutkan sekolah yang diharapkan orangtua dan siswa karena untuk masuk sekolah swasta pun pendaftaran sudah ditutup.

Dilokasi yang sama, Kapolsek Cikampek Dony Satria Wicaksana mengatakan pihak bersama anggota tetap bersiaga di lingkungan sekolah antisipasi hal-hal yang tak diinginkan masalah kisruh PPDB online di SMAN 3 Cikampek .

“Pihak Kepolisian tetap siaga melayani masyarakat dengan bersiaga di lingkungan sekolah antisipasi hal-hal negatif terkait kisruh PPDB online” jelas Dony . Namun pihak Kepolisian terus mengawal perkembangan hingga permasalahan ada titik temu antara sekolah dan orangtua masyarakat sekitar sekolah sehingga tidak terjadi lagi hal  yang buruk seperti penyegelan gerbang sekolah seperti tahun lalu. pungkasnya. (nan)