Persulit Dana Aspirasi

Persulit Dana Aspirasi

286
0
Toto Suripto, Ketua DPRD
BERBAGI

Kata Acep Jamhuri  DPRD Kesal Pada Dirinya

KARAWANG – Setelah beberapa lama bungkam, akhirnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Acep Jamhuri buka suara terkait surat yang ditandatangani seluruh anggota DPRD Karawang.

Surat itu dilayangkan oleh Ketua DPRD Toto Suripto kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadianna. Isinya mengusulkan agar Bupati mengganti dirinya.

Dikatakan Acep, apapun yang dikatakan oleh para anggota dewan kepada dirinya sah- sah saja. Namun yang jelas, menurut Acep, untuk mencopot jabatan seseorang harus ada alasannya.
Ditegaskannya, jika pencopotan hanya didasari karena dirinya sudah terlalu lama menjabat, ia merasa tidak menyalahi aturan. Karena ia menjabat sebagai kepala dinas masih kurang dari 5 tahun. Dimana ketentuannya tertuang dalam undang – undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu PP No. 53 tahun 2014.
“Dan jika terkait kinerja, kan ada atasan saya langsung yaitu Bupati yang berhak melakukan penilaian,”jelasnya.

Acep mengaku memahami, saat ini DPRD Karawang begitu ingin dirinya turun sebagai kepala dinas PUPR karena kekesalan para anggota dewan tersebut terkait dengan dana aspirasi.
“Kalo saya mau bicara, mungkin semua sebabnya karena mereka kesal karena dana aspirasi tidak segera terakomodir sesuai keinginan anggota DPRD tersebut,”ujarnya kepada KBE, Kamis (13/7).

Padahal, jelas Acep, untuk mencairkan dana aspirasi dibutuhkan proses dan tahapan administrasi sesuai dengan prosedur keuangan. Pihaknya tidak berani mencairkan dana aspirasi tanpa prosedur yang tepat.

”Memang DPRD waktu itu mendesak pihaknya agar dana aspirasi segera dikeluarkan tapi karena terbentur aturan saat itu saya tidak bisa mengabulkan. Tapi sekarang dana tersebut sudah cair,” ungkapnya.

Acep memgatakan jika ia pun sudah dipanggil Bupati Karawang terkait dengan surat anggota DPRD tersebut. Dan dirinya pun juga sudah menjelaskan seluruhnya kepada bupati terkait dana aspirasi yang membuat para anggota dewan tersebut marah.
“Saya sudah menjelaskan semua kepada bupati dan ibu bupati mengerti alasan saya,” belanya.

Oleh karennya, Acep pun menyerahkan sepenuhnya kepada bupati sebagai pemilik kebijakan. Dirinya hanya akan bekerja dengan baik dan profesional. Hal ini dapat dibuktikannya dengan mulai meningkatnya progress perbaikan jalan di Kabupaten Karawang dibeberapa titik.
“Lihat saja sekarang, banyak jalan-jalan yang sudah diperbaiki,” tutupnya.  (nna)