Hari ini, Warga Muara Bakti Demo Tolak PT Cikarang Listrindo

Hari ini, Warga Muara Bakti Demo Tolak PT Cikarang Listrindo

555
0
MEGAH: PT CIkarang Listrindo mendapatkan penolakan keras dari warga karena mengganggu lingkungan sekitar.
BERBAGI

BABELAN-Ratusan warga Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan pada Jumat (5/5) pagi, dikabarkan akan mendemo PT Cikarang Listrindo (CL). Warga yang mayoritas tinggal di Kampung Pendayakan tersebut meminta agar aktivitas PT CL tersebut berhenti beroperasi, karena aktivitas PT tersebut mengganggu ketengan warga sekitar.

Sebelumnya, warga Kampung Pendayakan sudah melakukan aksi serupa pada 27 April lalu didepan kantor Desa Muarabakti, tetapi hingga kini akau warga belum juga dikabulkan oleh pemerintah desa setempat.

“Kita pada tanggal 27 April lalu sudah melakukan demo seperti ini didepan kantor Desa. Kami meminta agar pemerintah desa segera membantu warga dengan memantau dan menghentikan langsung proses pekerjaan PT Cikarang Listrindo itu. Eh tapi sampe sekarang, belum juga diberhentikan,” papar Kepri (40), Kamis kemarin (4/5).

Selama satu bulan lebih, sambung Kepri, warga sudah menahan kebisingan yang sangat. Menurutnya, keberadaan PT CL itu semakin menyengsarakan warga sekitar. Karena, selain warga mengalami kebisingan, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan seperti retak pada bagian dinding rumah akibat adanya aktivitas dari PT CL itu.

“Rumah saya yang jaraknya lumayan, sekitar 50 meter dari arena PT Cikarang Listrindo aja pada retak sebagian ditembok depan, apalagi yang sebelah sana, yang Deket PT,” imbuhnya.

Hal itulah yang membuat warga Kampung Pendayakan, Desa Muara Bakti akan melakukan aksi yang kedua kalinya pada Jumat (5/5) pagi ini. Dari sumber informasi yang didapatkan Cikarang Ekspres, sekitar 100 masa dari Desa Muara Bakti akan meramaikan aksi pada Jumat (5/5) pagi didepan PT Cikarang Listrindo sendiri.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Bakti, Asmawi sendiri belum bisa ditemui Cikarang Ekspres pada hari Kamis (4/5) sebelum aksi dimulai keesokannya. Sementara, beberapa staf Desa berharap, masa pendemo jangan sampai terprovokasi terpancing emosi seperti aksi sebelumnya yang sempat terjadi kericuhan. (Kuh)