Darurat Galian Tanah

Darurat Galian Tanah

20
0
DIBUKA LAGI: Galian tanah di Desa Cirende, Kecamatan Cempaka sudah mulai dibuka.
BERBAGI

*** Perhutani Purwakarta Kerjasama dengan Pengusaha

PURWAKARTA– Kelestarian alam Kabupaten Purwakarta makin terancam. Saat ini bukan hanya di wilayah Cibatu galian C beroperasi, namun juga di Desa Cirende, Kecamatan Cempaka  yang galiannya sudah mulai dibuka.

Pantauan KBE Kamis (09/08) terlihat alat berat sudah mulai beraktifitas sedang membuka akses jalan yang berfungsi untuk kendaraan truk yang akan membawa pasir dan tanah merah di lokasi itu.

H.Entis pemilik galian menjelaskan, pengerjaan pembukaan lahan galian C ini seluas satu hektare yang terdiri dari tanah masyarakat dan sebagian tanah Perhutani.

Dijelaskan, untuk proses pertama akan membuka akses jalan terlebih dahulu.

“Akses jalan ini terdiri dari tanah masyarakat dan Perhutani. Saya bayar langsung ke warga. Sebagian dibayar di jurang dengan kisaran harga Rp 30 ribu- 50 ribu per  meter,” akunya.

Entis mengaku ia bekerjasama dengan pemborong lain bernama H. Ikhsan.

Terkait proses izin dibukanya lahan galian C, Entis mengaku sudah mengantongi izin. Dari mulai Izin lingkungan, Salpol PP Purwakarta dan dari Perhutani Purwakarta.

“Untuk lingkungan sudah didukung oleh warga lengkap tanda tangan 60 orang. Begitupun dari mulai kades, gamat hingga Pemda dan Perhutani sudah beres.” Tegasnya.

Entis juga menambahkan kehadiran galian ini bisa bermanfaat bagi warga sekitar untuk bisa bekerja dan membuka sumber ekonomi, agar kesejahteraan warga sekitar  yang meningkat.

“Saya utamakan warga bisa bekerja di lahan galian ini sehingga adanya galian ini  berdampak ekonomi.” harapnya.

Sedangkan terkait perizinaan kepada Pihak Perhutani Purwakarta, Mursyid selaku Kepala Aspar Perhutani mengatakan bahwa galian C ini  sudah menempuh izin sesuai aturan yang berlaku.

Dalam hal ini pihak pemilik galian dengan Perhutani sifatnya kerjasama dengan kontrak selama satu tahun, dan bagi hasil sifatnya.
“Ada kesepakatan kedua belah pihak secara kontrak selama satu tahun.  Bila ini dirasakan berdampak baik akan kita lanjutkan. Namun sebaliknya jika dampaknya negatif akan kita dihentikan.” Ujar Mursyid.  (san)