Bapenda Keluhkan PAD

Bapenda Keluhkan PAD

10
0
MINIM PAD: Kepala Bapenda Kabupaten Purwakarta Iyus Permana mengaku banyak pelaku usaha di Kabupaten Purwakarta yang masih belum terdaftar sebagai pemasok perpajakan.
BERBAGI

*** Masih Banyak yang Tak Bayar Pajak

PURWAKARTA – Pesatnya pembangunan di segala sektor di Kabupaten Purwakarta,  ternyata membawa kekhawatiran bagi Badan Pendadapatan Daerah (Bapenda)  Pemkab Purwakarta.

Pasalnya banyak pelaku usaha yang masih belum terdaftar sebagai pemasok perpajakan. Padahal perpajakan sangat penting dan merupakan tulang punggung dalam menjalankan roda pemerintahan. Tanpa kesadaran bersama tidak mungkin retribusi pajak akan berjalan lancar, kalau tidak ada dukungan semua pihak.

Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kurangnya kesadaran masyarakat khususnya pelaku bisnis di Purwakarta, membuat dinas yang memegang peran penting sebagai jantungnya berjalannya roda pemerintahan ini harus melakukan tugas jemput bola untuk meningkatkan pendapatan.

” Tidak jarang kami harus menarik pajak dari sejumlah pelaku bisnis yang lebih dulu menjalankan bisnis, sebelum proses perijinan rampung diselesaikan,” ujar Iyus Permana, Kepala Bapenda Pemkab Purwakarta kepada KBE, Selasa (07/08).

Sebagai upaya peningkatan pendapatan, Iyus mengaku memerlukan semua pihak untuk berperan aktif. Diantaranya Satuan Polisi Pamong Praja ( Pol PP), sebagai penegak Perda.

“Hari ini kami banyak dapat laporan jika ada perusahaan bandel yang sudah beroperasi tetapi gak mau bayar pajak, maka untuk mentertibkan maka wajar jika Pol PP menjalankan tugas penegakan Perda secara tegas tanpa tebang pilih dan khawatir karena payung hukumnya jelas, ” ungkapnya.

Namun untuk penindakan dan penegakan atas laporan perusahaan bandel,  Bapeda mengaku membutuhkan bantuan Pol PP sebagai perwakilan Pemerintah. Iyus Permana  menghimbau semua elemen masyarakat berperan aktif membantu peningkatan pendapatan daerah.

“Ssemua elemen masyarakat terkait adanya perusahaan yang nakal, kami memerlukan bantuan semua pihak tak terkecuali peran Pers,” pungkasnya. (san)