Pasca Sidak DLHK

Pasca Sidak DLHK

13
0
LIMBAH : Salah satu tumpukan limbah B3 yang berasal dari Bekasi dikirim ke Karawang.
BERBAGI

Kegiatan Penimbunan Limbah di Cikeris Masih Berlangsung

KUTAWALUYA – Keberadaan limbah di Dusun Cikeris, Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya, yang telah dipastikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) semakin membuat masyarakat sekitar merasa terganggu dan resah.

Pasca datangnya tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) ke lokasi penimbunan limbah tersebut beberapa waktu lalu tak membuat sang pengelola menghentikan kegiatannya, hal tersebut diutarakan oleh Kasie Trantib Kecamatan Kutawaluya, Sarmo, kepada KBE, Selasa (31/7).

“Sampai saat ini kegiatan masih berlangsung artinya limbah itu masih masuk ke dusun Cikeris, hanya malam hari, masyarakat semakin tidak nyaman dan akan menolak kegiatan tersebut,” kata Sarmo saat dihubungi KBE lewat telepon selularnya.

Saat ditanyai tentang perusahaan penghasil limbah tersebut, Sarmo mengatakan tidak mengetahuinya dan penanggungjawab pengelolaan limbah tersebut pun jarang berada di lokasi. “Justru masyarakat semakin terganggu serta akan mengumpulkan tanda tangan untuk menolak kegiatan menimbun limbah  B3 tersebut, hal ini harus ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” tegasnya.

Sementara itu Kasie Pengaduan DLHK Karawang, Ade Imam mengatakan bahwa tim dari DLHK akan segera melakukan pemanggilan kepada penanggungjawab kegiatan penimbunan limbah B3  tersebut.

“Kita akan segera memanggil penanggungjawabnya, karena pada saat tim DLHK ke lokasi, penanggungjawab kegiatan tak ada di tempat. Apalagi diketahui pasca kedatangan tim kita ke lokasi kegiatan tak berhenti,” katanya.

Masih kata Ade berdasarkan hasil pantauan DLHK langsung dilokasi dirinya membenarkan jenis limbah yang ada di Dusun Cikeris Desa Waluya adalah limbah B3. “Campur jenisnya tapi yang jelas itu ada limbah B3, Sayangnya kita tidak dapat menemui orang yang bertanggungjawab atas kegiatan tersebut, kita menemui adik dari pengelola limbah tersebut dan menurutnya kegiatan tersebut baru 1 bulan berjalan,” tambah Ade.

Sampai dengan saat ini DLHK belum mengetahui dari perusahaan mana limbah-limbah itu berasal. Dirinya hanya mendapatkan informasi bahwa limbah tersebut berasal dari Kabupaten Bekasi. Dan DLHK Karawang akan segera menindaklanjuti kasus ini, apalagi diketahui kegiatan tersebut masih tetap berlangsung.

“Kita akan mempercepat proses pengaduan ini agar pemilik atau pengelola limbah-limbah tersebut dan kita telah melayangkan surat pemanggilannya,” pungkas Ade. (dar)