Kajari Pelototi Disdik

Kajari Pelototi Disdik

13
0
Pramono Mulyo (Kepala Kejaksaan Negeri Subang)
BERBAGI

Terkait Maraknya Kasus Pungli

SUBANG – Santernya kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, menjadi sorotan para penegak huku, khususnya Kejari Subang.

Bahkan kegaduhan para kepala sekolah dan para guru PNS yang menjadi korban pungli, mengundang penegak hukum lewat Tim Saber Pungli akan memantau perkembangan kasus tersebut.

“Kalau saya terus terang saja akan terus memantau, apalagi masalah pendidikan dan kesehatan, yang menjadi barometer pemerintah pusat.  Jangan sampai di dua lini ini banyak pungli yang bisa merugikan masyarakat,” kata Pranomo Mulyo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang kepada KBE di Halaman Pemda Subang, kemarin.

Dalam tanggapannya, Kajari akan terus memonitor perkembangan kasus pungli yang saat ini marak dan membuat gaduh di Disdik Subang.

“Saya akan memonitor terus perkembangannya. Selaku aparat penegak hukum pasti akan memonitor setiap informasi, laporan yang ada di masyarakat. Baik formal ataupun non formal akan saya lakukan monitoring. Kalau bisa full data juga,” kata Pramono.

Seperti diketahui, gelombang aksi protes para kepala sekolah terhadap petinggi Disdik sampai saat ini terus berlanjut. Kejadian itu dipicu adanya pengukuhan para Korwil  Satuan Pendidikan yang dinilai beraroma KKN dan cacat hukum.

Hingga akhirnya, para kepala sekolah di setiap kecamatan silih bergantian tiap harinya melakukan protes dengan mendatangi Kadisdik dan Sekdis di  Kantor Disdik Subang.

Sementara dugaan pungli yang dilakukan secara halus diduga dilakukan oknum pejabat Disdik melalui pegawainya telah meraup uang ratusan juta rupiah dari pungli penerimaan laporan Analisa Jabatan (Anjab).

Dari informasi yang diperoleh, tarif pungli Anjab ABK itu bervariasi. Untuk tingkat SD 500 ribu rupiah, SMP 2 juta hingga angka pungli  20 juta rupiah. (hrn)