5 Perempuan Purwakarta Dijual ke Tiongkok

5 Perempuan Purwakarta Dijual ke Tiongkok

60
0
BERBAGI

PURWAKARTA- Dari sebanyak 12 korban trafficking ke Tiongkok, 5 di antaranya berasal dari Purwakarta. Korban-korban tersebut adalah Y (28), DF (26), VN (20) dan CEP (23) dan MRD (16).

Ayah dari MRD, Nurhidayat Jaya (53) ditemui di kediamannya bercerita mengenai kasus yang kini mendera keluarganya. Didampingi istrinya Lismawati (49) Nurhidayat meminta kepada pihak berwenang untuk bisa memulangkan anaknya.

“Perasaan saya hancur setelah mengetahui kejadian sebenarnya. Ya, harapan saya besar, putri saya bisa cepat pulang saja, karena katanya disana di sekap di apartemen,” kata Lisnawati di kediamannya di Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (27/7).

Meski masih bisa tetap berkomunikasi dengan anak bungsunya, Lismawati tetap menginginkan anaknya berada di dekatnya. Sang ibu menyebutkan hampir setiap hari anaknya menghubungi melalui pesan singkat ke kakaknya.

“Kemarin malam kirim pesan, nanya kabar ayah dan ibu, terus bilang ingin cepat pulang,” ujar dia

Pihak keluarga pun tidak mengetahui anak gadisnya diberangkatkan ke Tiongkok. Namun, kata dia, MRD diberangkatkan oleh pelaku trafficking ke Tiongkok pada Mei 2018. Perempuan yang masih dibawah umur itu diketahui turut diperjualbelikan ke warga Tiongkok.‎

“Jadi kakaknya dapet telepon dari Cina, katanya dia (MRD) nangis dan minta pulang disana,” kata Nurhidayat.‎

Mengetahui hal itu, keluarga pun mengaku sedih sekaligus kebingungan harus melakukan apa. Tidak tinggal diam, Nurhidayat pun terus berupaya untuk mencari informasi mengenai keberadaan MRD sebenarnya.


Padahal, sebelumnya, MRD pergi ke Jakarta untuk bekerja sebagai SPG produk kosmetik melalui sebuah agen. Melalui seorang agen itu, yang kini telah menjadi tersangka, Thjiu Djiu Djun alias Vivi, Nurhidayat mendapatkan sedikit titik terang.

Sekaligus, ia pun mendapat informasi bahwa ada beberapa warga Purwakarta yang juga menjadi korban. Bersama keluarga korban lainnya, ia pun meminta bantuan ke seorang pengacara di Bandung untuk mengungkap kasus hukum perdagangan manusia itu. “Saya melapor bersama keluarga korban lain dan seorang korban yang berhasil kabur (Y) ke Polda Jabar,” ujarnya.

‎Sementara itu Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi mengunjungi 2 rumah warga Purwakarta, yang menjadi korban trafficking. Satu rumah berada di Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Purwakarta Kota atas nama DF (26). Satu rumah lagi berada di ‎Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur atas nama MRD (16).

“Kendala operasionalnya seperti apa, untuk bisa memulangkan para korban, kita cari. Setelah ini saya juga akan menghubungi KBRI Indonesia di Tiongkok,” ujar Dedi Mulyadi di kediaman korban DF pada Jumat 27 Juli 2018. (san)