Jembatan Emak Uwo Rapuh

Jembatan Emak Uwo Rapuh

40
0
AMBROL: Tanah penyangga Jembatan Mak Uwo ambrol dan sulit dilalui kendaraan. Padahal pembangunan jembatan ini baru setahun dibangun dan menghabiskan anggaran belasan miliar.
BERBAGI

Padahal Baru Setahun Dibangun dengan Anggaran Belasan Miliar

PURWAKARTA – Jembatan Emak Uwo kembanggaan masyarakat Kecamatan Cempaka Kabupaten Purwakarta, khususnya warga Desa Cijunti, yang pembangunannya menghabiskan anggaran belasan miliar rupiah,  kondisinya memprihatinkan.

Belum setahun jembatan tersebut dibangun kini terancam ambrol.  Jembatan Emak Uwo dengan panjang kurang lebih 50 meter lebar kurang lebih 7 meter menggunakan kontruksi baja terpantau kondisinya sangat memperihatinkan alias membahayakan bagi warga.

Jembatan Emak Uwo merupakan jembatan penghubung yang melintasi Sungai Cilamaya. Berada di wilayah utara Kabupaten Purwakarta. Tepatnya di Desa Cijunti yang berbatasan juga penghubung dengan Kabupaten Subang, masuk Desa Balebandung Kecamatan Pabuaran.

Warga sekitar banyak yang menyangkan jembatan tersebut tidak berumur panjang alias cepat rusak, karena diduga pengerjaannya tidak berkualitas alias asal-asalan.

Amblasnya badan jalan tepatnya di bibir jembatan tersebut, berada di wilayah Desa Cijunti Dusun Babeh Toha Kecamatan Cempaka. Kondisi amblasnya jalan yang menggunakan coran atau beton diduga akibat labilnya tanah bibir sungai. Sehingga terjadi longsor dan mengakibatkan beton jalan dan turap longsor, akibatnya jalanpun terputus.

Toha, Kepala Desa Cijunti Kecamatan Cempaka, Jumat (26/07) kepada KBE mengatakan, adanya jembatan Emak Uwo tersebut masyarakat sangat senang dan menjadi jembatan kebanggaan warga. Karena dengan adanya jembatan tersebut sangat penting dan mengangkat perekonomian warga.

Selain itu masyarakat Cempaka tidak mesti lewat Cikampek Kabupaten Karawang kalau mau ke Subang.  Dengan adanya jalan ini jalan menuju Subang  Utara sangat dekat, seperti ke Sukamandi, Pamanukan dan kota lainya.

” Jembatan ini ambrol karena labilnya tanah, sehingga kontruksi Jalan dan jembatanpun berubah,”ujar Toha.

Masih kata Toha,  Jembatan Emak Uwo dibangun tahun 2017 yang didanai dari anggaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dengan menghabiskan anggaran 12 miliar rupiah. Namun belum genap setahun Jalan sudah rusak, dan sama sekali tidak bisa dilalui.

Karena  merupakan akses satu-satunya, warga berinisiatif mengurug jalan yang longsor supaya bisa dilalui kendaraan, khususnya sepeda motor,” paparnya.

“Kini dengan kondisi darurat jalan tersebut masih bisa di lalui mobil kecil. Itupun selalu dipantau warga karena kondisi rangka jembatan dalam keadaan diganjal atau didongkrak untuk menahan agar tidak ambrol. Saya mendesak kepada Pemkab Purwakarta agar mempercepat perbaikan jembatan Emak Uwo. Karena selain kondisinya membahayakan juga sangat penting terhadap mobilitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (san)