Butuh Lulusan Kompoten 

Butuh Lulusan Kompoten 

40
0
ILUSTRASI
BERBAGI

Usaha dan Industri dengan Konsep Penta Helix

KARAWANG– Generasi milenial akan menghadapi pola kerja yang berbeda dengan saat ini. Pasalnya, disrupsi inovasi teknologi akan semakin masif masuk ke dunia usaha dan industri.

Dengan demikian, perguruan tinggi, harus menyiapkan para mahasiswanya dengan keterampilan yang relevan.

Rektor Telkom University Mochamad Ashari mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, konsep penta helix, yakni kerja sama antara pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas dan media harus berjalan dengan baik. Pasalnya, dunia usaha dan industri membutuhkan lulusan yang kompeten pada bidang masing-masing.

“Penerapan konsep tersebut selain mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing juga mampu membentuk jiwa kewirausahaan pada setiap alumni. Telkom University mengembangkan konsep tersebut agar lulusan kami bisa langsung bekerja secara profesional, berwirausaha dan bahkan jadi peneliti,” kata Mochamad,  baru-baru ini.

Untuk menyamakan persepsi terkait konsep penta helix, Telkom University pada akhir pekan lalu menggelar seminar Industrial Human Capital Development Summit, di Jakarta. Mochamad mengatakan, dalam seminar tersebut Telkom University fokus membahas bagaimana cara mengembangkan dan membekali potensi dari para generasi milenial agar siap bekerja dalam dunia era disrupsi teknologi 4.0.

“Dari kegiatan tersebut diperoleh informasi valid. Baik dari pengguna lulusan maupun pemerintah, mengenai konsisi kebutuhan di perusahaan saat ini dan bagaimana membentuk lulusan terutama generasi milenial yang unik. Kreativitas dan kecerdasan pengelola perguruan tinggi menjadi faktor penentu untuk menciptakan lulusan yang kompeten,” katanya.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menegaskan, pada era disrupsi teknologi 4.0, tantangan generasi bangsa Indonesia akan semakin berat. Menurut dia, Indonesia perlu mengembangkan potensi yang dimiliki sumber daya manusia (SDM) agar mampu mengelola sumber daya alam (SDA) dengan maksimal.

Menurut dia, penguatan SDM akan membawa Indonesia bertahan dalam persaingan global.“Mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Sumber Daya Manusia Indonesia menjadi penting. Agar dapat sustain menghadapi masa yang akan datang,” ucap Nasir.

Ia berharap, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi lebih pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan demikian, dapat secara efektif menggerakan ekonomi Indonesia lebih baik.


“Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang masih Resource Base Economy, atau ekonomi berbasis sumber daya. Kedepan diharapkan dapat menjadi Knowledge Base Economy, ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Nasir menuturkan, Kemenristekdikti, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sedang merancang kurikulum dalam rangka implementasi agenda nasional Making Indonesia 4.0.

Ia mengatakan, sebagai langkah awal, pembekalan program sudah diberikan kepala lebih dari 700 trainee dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Menurut dia, melalui agenda Making Indonesia 4.0, Indonesia harus bisa menjadi negara maju karena mampu beradaptasi dan mengikuti perubahan zaman yang begitu cepat.

“Program ini diharapkan dapat mengembangkan potensi Indonesia untuk menjalankan ekonomi digital. Dengan demikian, cita-cita bangsa Indonesia yang berdaulat, adil, sejahtera dan bermartabat dapat terwujud,” katanya . (dri*)