Madrasah Al Hikmah Bojong Terancam Roboh

Madrasah Al Hikmah Bojong Terancam Roboh

25
0
MEMPRIHATINKAN:  Begini kondisi ruang kelas Madrasah Al-Hikmah Bojong di Kampung Depok Barakan, Desa Bojong Timur, Purwakarta .
BERBAGI

PURWAKARTA– Kondisi bangunan dan kelas Madrasah Al-Hikmah Bojong yang berada di Kampung Depok Barakan, Desa Bojong Timur, Purwakarta, kini kondisinya memprihatinkan.

Bangunan yang didirikan pada 2004 itu temboknya telah lusuh dan rapuh. Banyak kusen dan kayu yang lapuk, serta atap bangunan yang bocor disana sini.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah, Ustaz Yunus, mengatakan bahwa bangunan madrasah itu adalah warisan orang tuanya. “Kondisinya begini karena keterbatasan kami. Bangunan Madrasah ini memang sudah belasan tahun, yang merupakan warisan dari orang tua kami dulu,” kata Yunus kepada pers.

Tidak hanya itu, sepotong kayu pun diposisikan ditengah kelas untuk menahan atap agar tidak roboh. Sehingga, proses belajar mengajar menjadi terganggu, terlebih ketika musim hujan tiba, kelas akan basah dimana-mana karena bocornya air hujan.

Yunus mengaku, bangunan madrasahnya ini belum pernah mengalami perbaikan yang signifikan. “Sampai sekarang belum pernah mendapat bantuan bangun dari mana pun,” ucapnya.

Namun, pihaknya sudah pernah mencoba mengajukan bantuan kepada Kanwil Kementerian Agama yang ada di Kabupaten Purwakarta. Namun, hingga kini, kata dia, belum ada tanggapan sedikitpun meski sudah mengajukan bantuan berkali-kali.

Dirinya pun merasa khawatir akan kondisi bangunan sekolah agama, khusunya kepada pada murid dan santri yang menuntut ilmu di tempatnya.

“Ada 150 murid yang belajar di kami, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Santri yang mondok di pesantren ini,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah melalui telepon, Kepala Desa Bojong Timur, Dedi Junaedy, mengaku prihatin dengan kondisi Madrasah Al-Hikmah yang berada di wilayahnya.

Namun, ia pun tidak bisa berbuat banyak akan keadaan tersebut. Sebab, selain dana yang terbatas, penggunaan dana desa pun terbentur aturan yang ada. “Saya sudah mencoba untuk memberikan bantuan dari dana desa, namun Madrasah tersebut sudah menjadi yayasan, dan dalam aturan penggunaan dana desa tidak bisa,” ujar Dedi.

Ia pun berharap segera mungkin ada bantuan dari Kementerian Agama setempat ataupun Pemerintah Daerah, hingga siapapun termasuk pihak swasta yang ingin membantu untuk memperbaiki Madrasah tersebut.

Harapannya itu pun semata-mata untuk para murid dan santri yang melakukan pembelajaran di madrasah itu dengan rasa aman dan nyaman. (san)