Kampung Cinta Tercemar

Kampung Cinta Tercemar

44
0
DIKELUHKAN. Sebuah pabrik pembuat kloset di Kampung Cinta Karya Cikopo Purwakarta yang keberadaannya dikeluhkan warga karena asap hitamnya yang mencemari lingkungan sekitar.
BERBAGI

Warga Mengeluh Kesehatannya Terganggu

PURWAKARTA– Semerbak bau yang menyengat menyelimuti udara Kampung Cinta Karya Desa Cikopo Kecamatan Bungursari Purwakarta.  Asap tebal itu diduga berasal dari sebuah pabrik yang ada di pinggiran kampung.

Bertahun-tahun warga sekitar menghirup udara yang mengancam kesehatan. Tidak hanya menimbulkan bau, asap dari pabrik tersebut juga menimbulkan kebisingan dan biasanya pada malam hari.

Meski sudah lama mengeluh, namun keluhan itu tidak mendapat perhatian dari pihak manapun. Sampai kini seperti diungkapkan sejumlah warga ke KBE, khususnya warga di Kampung Cinta Karya mereka mengaku masih mencium aroma bau menyengat.

Ane (50) warga Kampung Cinta Karya menyampaikan keluhanya kepada KBE.  “Pabrik ini sudah lama berdiri, dan kalau mengeluarkan bau itu bikin pusing, batuk -batuk dan menyesakan dada. Selain bau juga disertai bising, dan biasanya pada malam hari, saya sebagai tetangga pabrik tidak pernah diuntungkan atas keberadaan pabrik itu. Bahkan rugi yang kami terima makin banyak, kesehatan sekeluarga terancam, ” ungkapnya.

Masih kata Ane, sebnarnya warga sudah menyampaikan protesnya, tapi sampai sekarang tidak ditanggapi. Saat diprotes memang pernah ada uang kompensasi tapi hanya diberikan beberapa kali.

“Dulu sudah lama sekali,  saya tidak ingat berapa lamanya, saya pernah 3 kali nerima uang yang katanya uang bau Rp 25,000. Dan setiap warga menerima uang tersebut setiap 3 bulan sekali. Tapi sampai sekarang tidak ada lagi uang yang katanya kompensasi bau itu,” ujarnya.

“Saya menyadari, saya orang kecil dan masyarakat biasa, gak tahu dan gak ngerti mau mengadu ke siapa. Inginya sih jangan ada lagi lah, perusahaan yang bikin gak nyaman lingkungan,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Mano (42) yang yang menempati usaha bengkel, persis di depan pabrik. Ia mengatakan, pabrik ini namanya PT. TT dan produksinya membuat kloset, bau menyengat itu diduga dampak dari pembakaran batubara.

“Pokoknya kalau ada kegiatan produksi, cerobong mengeluarkan asap hitam disertai bau yang memang luar biasa baunya dan sangat menyengat. Saya juga khawatir kesehatan saya terancam, tapi bagaimana lagi ini tempat usaha saya mencari nafkah,” terangnya.

Kepala Desa Cikopo Dasewan saat dikonfirmasi media KBE memaparkan, pabrik tersebut memiliki izin di tingkat desa. Dan menurut kades, diketahuinya pabrik tersebut jarang produksi, dan terkait bau yang dikeluhkan warga, kata Kades, pihak perusahaan sudah memberi kompensasi dengan memberi uang.

“Uang kompensasi itu dikoordinir Ketua RT 12, yaitu Apis, berapa jumlah kompensasi yang diterima warga, tanyakan saja ke Pak RT Apis,” ujar Kades.

Pantauan KBE pabrik yang berada di Jalan Cikopo – Cempaka itu merupakan wilayah padat penduduk dan perusahaan terasebut tidak memasang papan nama perusahaan.

Sementara terkait keluhan warga, pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi. Saat  KBE mendatangi perusaan tersebut pintu gerbang pabrik dalam keadaan terkunci dan gembok di luar. (san)