Para Kepsek Resah

Para Kepsek Resah

71
0
AROMA PUNGLI: Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Subang yang dihebohkan dengan tudingan pungli Anjab para kepala sekolah oleh oknum pejabatnya.
BERBAGI

 Pejabat Disdik Diduga Lakukan Pungli Anjab

  SUBANG– Para Kepala Sekolah (Kepsel) SD dan SMP di  Kabupaten Subang mengaku resah dengan adanya informasi pungutan uang yang dilakukan oknum pejabat di Dinas Pendidikan Subang.

Pungutan itu diduga dilakukan dalam pembuatan laporan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang tiap tahun wajib dilaksanakan para kepala sekolah.
Karena keresahan itu, maka para kepsek minta Plt Bupati Ating Rusnatim segera memutasi oknum pejabat bermental korup itu.

Keterangan yang dihimpun KBE menyebutkan,  para kepala sekolah SD dan SMP memang diwajibkan menyetorkan laporan Anjab ABK tiap tahunnya ke Bagian Umum dan Kepegawaian Disdik Subang. Para kepsek terpaksa harus bolak-balik setelah menemui RE seorang pegawai di Bagian Umum dan Kepegawaian yang ditunjuk Sekretaris Dinas.

Akibat harus bolak-balik karena berkas laporan Anjab ABK itu dinilai salah, akhirnya para kepala sekolah  terpaksa merogoh sejumlah uang. “Setelah memberikan uang Rp 500 ribu akhirnya berkas laporan Anjab ABK itu diterima dan dinyatakan benar,” ungkap Deni seorang pegawai TU yang diutus kepala sekolah di wilayah Subang Selatan.

Ditambahkannya, pungli secara halus yang diduga dilakukan oknum pejabat Sekdis Dinas Pendidikan dilaksanakan RE. Staf yang dipercayanya itu diduga telah meraup uang ratusan juta rupiah dari proyek pungli penerimaan laporan Anjab ABK itu.

Sebab dari informasi yang diperoleh, tarif pungli Anjab ABK itu bervariasi. Untuk tingkat SD Rp 500 ribu rupiah, SMP Rp 2 juta.

“Hitung aja sendiri jumlahnya jika jumlah SD 800 lebih , SMP 80 an,”  tambah Deni.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, H Warsim Z yang dikonfirmasi Selasa ( 17/7) mengelak tudingan telah melakukan pungli dalam penerimaan berkas Anjab ABK SD dan SMP se Kabupaten Subang.

“Nanti saya akan cek.  Mungkin yang melakukan itu ditingkat K3S (Komite Kepala Sekolah),” jelasnya.

Begitupun RE, staf yang diduga melakukan pungli membantah telah menerima uang pungli itu “Siapa kepala sekolah yang mengaku memberikan uang kepada saya untuk Anjab ABK itu. Silahkan bawa ke saya untuk dikonfrontir,”. Ujar RE membantah. (hrn)