Perusahaan Jasa Katenfil Nakal Kena Gerebek

Perusahaan Jasa Katenfil Nakal Kena Gerebek

40
0
PERUSAHAAN NAKAL: Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Karawang gerebek oknum perusahaan yang menyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Jalan Lingkar Tanjungpura (jalan baru), Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Senin (16/7).
BERBAGI

Masih Ada yang Dibidik

 KARAWANG – Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Karawang gerebek oknum perusahaan yang menyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Jalan Lingkar Tanjungpura (jalan baru), Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Senin (16/7).

Polisi mengamankan enam orang, 200 liter solar dan 4 alat berat di lokasi kejadian. Pelaku diduga menggunakan solar subsidi saat melakukan penggalian-penggurugan tanah (cut and fill: katenfil) menggunakan alat berat di lahan yang akan dijadikan kawasan pergudangan.

“Kita melakukan operasi tangkap tangan sekitar pukul 11.00 Wib dan mengamankan 6 dirijen berisi solar sebanyak 200 liter. Enam orang diamankan saat sedang melakukan pengurugan di lokasi proyek. Mereka diduga menyalahgunakan BBM subsidi untuk kepentingan industri yang seharusnya tidak boleh dilakukan sesuai dengan UU 22 Tahun 2001 tentang Migas,” ungkap Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, didampingi Kasatreskrim AKP Maradona Armin Mapaseng dilokasi kejadian.

Slamet mengatakan, penangkapan terhadap 6 orang ini bermula dari informasi masyarakat jika proyek pengurugan untuk kawasan gudang ini menggunakan BBM bersubsidi. Setelah dilakukan pengintaian diketahui mereka membeli solar dari dua SPBU yang berada di Karawang untuk menjalankan alat berat. Setelah dilakukan pengintaian polisi akhirnya melakukan penangkapan dan menemukan barang bukti BBM subsidi sebanyak 6 dirijen yang berisi solar 200 liter.

“Seharusnya perusahaan tidak boleh menggunakan BBM subsidi untuk melakukan kegiatannya sesuai undang-undang. Mereka membeli BBM subsidi sebesar Rp5.500 perliternya dari yang seharusnya sebesar Rp11 ribu perliter,” jelasnya.

Lanjut Slamet, 4 unit alat berat yang beroperasi menggunakan BBM subsidi saat ini sudah dipasang police line dan tidak boleh beroperasi selama pemeriksaan. “Kami hanya mengamankan 4 unit alat berat yang terbukti menggunakan BBM subsidi dan kasus ini masih kami kembangkan apakah alat berat lainnya juga menggunakan BBM subsidi,” pungkasnya. (rie)