Sopir Taxi Grab Car di Bali Diduga Bawa Lari Barang Milik Penumpangnya

Sopir Taxi Grab Car di Bali Diduga Bawa Lari Barang Milik Penumpangnya

DILAPORKAN. Kasus tertinggalnya Tas Tangan milik gadis asal Bandung-Jawa Barat, Rafaela Raharja di Taxi Grab Car yang beroperasi di Bali, akhirnya dilaporkan ke Polsek Kuta-Bali. Ini bukti surat laporannya.

163
0
BERBAGI

Gadis Asal Bandung yang jadi Korban Melapor ke Polisi

BANDUNG – Warga Bandung-Jawa Barat mengeluhkan pengemudi Taxi Grab Car yang didiuga membawa kabur tas yang ketinggalan di mobil.

Adalah Rafaela Raharja, remaja putri asal Taman Kopo Indah, Bandung yang mengalami nasib naas saat menggunakan jasa angkutan umum online Taxi Grab Car saat berlibur ke objek wisata Bali. Tas tangan Merk MCM miliknya yang tertinggal di Mobil Taxi Grab Nopol DK 1169 QF, diduga kuat dibawa lari sopirnya. Pengemudi Taxi Grab Car dengan dengan handphone 081337360155 tersebut, melakukan aksinya pada tanggal 03 Juli 2018 sekitar pukul 24.00 WITA. Tas tersebut berisi dompet merk Loius, KTP,SIM A, Pasport , kartu ATM dan sejumlah uang milik korban.

“Saya sudah melaporkan kasus ini ke Kepolisian. Karena TKP-nya di Bali, maka saya melapor ke Polsek Kuta pada tanggal 3 Juli 2018. Saya berharap polisi segera mengamankan sopir Taxi Grab Car itu,” ujar Rafaela Raharja saat memberikan keterangan kepada para Wartawan, kemarin.

Rafaela selanjutnya menunjukan copy surat Laporan ke Polsek Kuta dengan Nomor : STPL/434/VII/2018/BALI/RESTA DBS/SEK KUTA. Dia selanjutnya menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Disebutkan, saat itu Rafaela mau kembali dari Cafe Motel Mexicola ke villa Naga di Seminyak, Denpasar-Bali. Dia memesan taxi GrabCar dengan Nomor Polisi DK 777 ZY dengan nama sopir Mochamad Perdana Hadi Putra. Saat pemesanan melalui Online itu, terjadi percekapan atau chat yang sopir Taxi Grab tersebut bilang tidak bisa jemput di depan Cafe Motel Mexicola karena banyak taxi. Jadi Rafaela bilang dijemputnya depan pure yang biasa jadi tempat parkir Cafe tersebut.

“Sopir Taxi Grab yang saya pesan itu, dalam chat-nya bilang kalau dia memakai mobil xiena warna coklat dengan Nomor Polisi DK 1169 QF. Walaupun tidak sesuai dengan yang ada di aplikasi GrabCar. Tanpa rasa curiga, saya dan teman menunggu dan naik mobil tersebut,” jelasnya.

Setelah sampai tujuan, Rafaela atau akrab disapa Fela bersama temannya, langsung masuk ke Villa. Setelah sampe didalam Villa, Fela baru sadar kalau Tas tangan yang dibawanya ketinggalan di mobil Taxi GrabCar itu. Saat keluar Villa, mobil ojek online itu sudah tidak ada, dan saat dihub nomor contaknya, sudah tidak aktif alias dimatikan. Fela akhirnya telpon ke pihak GrabCar, namun dia mendapat jawaban yang mengagetkan, bahwa no mobil Taxi GrabCar dan nomor handphone pengemudi yang menjemputnya itu tidak terdaftar di Grab Car. “Ini aneh, tapi nyata,” cletuknya.


Setelah menunggu 2 jam, Fela akhirnya menyadari kalau dirinya sudah menjadi korban, sehingga bersama temannya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek terdekat, yakni Polsek Kuta.

Karena sudah harus kembali ke Bandung, Fela akhirnya meminta bantuan teman dan keluarganya yang ada di Bali untuk membantu menemukan keberadaan sopir Taxi Grab Car itu. Namun hingga jumat kemarin (6/7/2018), keberadaan Sopir itu belum ditemukan.

“Hanya saja, alamat pengemudi Taxi Grab Car tersebut sudah diketahui. Namun dia belum kembali ke rumahnya,” jelasnya Fela sambil terus berharap sopir Taxi Grab Car itu segera muncul dan mengembalikan tasnya.

Beberapa rekan korban, ikut menyaran agar Pihak Grab Car sebagai organisasi yang mengatur taxi online tersebut, bisa bertanggung jawab atas masalah ini. Kemudian pihak Kepolisian juga diharapkan segera menemukan dan menangkap pengemudi yang membawa lari tas milik Fela itu. Agar nama Pulau Bali sebagai tempat Wisata yang dikenal dunia, tidak tercoreng oleh kejahatan seperti itu. Kemudian kepada masyarakat yang menggunakan jasa angkutan online agar berhati-hati, jangan sampe menjadi korban berikutnya. (kmr)