Citarum Harum Disepelekan

Citarum Harum Disepelekan

125
0
STOP PRESS: Diduga cemari anak Sungai Citarum, instalasi pengelolaan limbah perusahaan teksti di Ciampel disegel pihak kepolisian. ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

PT Sinar Putra Hugitex Disegel Polisi

KARAWANG – Kepolisian resor Karawang menyegel PT Sinar Putra Hugitex yang berada di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Jumat (29/6). Perusahaan tekstil itu diduga telah mencemari anak Sungai Citarum dan tak memiliki instalasi pengolahan limbah sesuai aturan perundang-undangan.

Hal ini menjadi anti-klimaks dengan program yang tengah digalakkan baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan lintas kabupaten/kota untuk merhabilitasi Sungai Citarum yang telah tersemer melalui program Citarum Haru.

“Kami lakukan penyegelan pabrik PT Sinar Putra Hugitex dan menetapkan status quo terhadap sarana instalasi pengolahan limbah pabrik ini. Kami sedang penyelidikan terkait kerusakan dan kerugian lingkungan akibat pembuangan limbah pabrik ini, apakah ada unsur-unsur pidana dalam pengolahan limbah tersebut,” ungkap Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya kepada wartawan, Jumat (29/6).

Lanjut Slamet, selain itu pihaknya juga masih mengumpulkan alat bukti, berapa banyak volume limbah yang sudah dibuang ke anak Sungai Citarum. Serta melakukan penyelidikan mengenai berapa lama pembuangan ini terjadi dan termasuk dampak-dampak yang akan terjadi, semuanya akan dikoordinasikan.

“Kami akan melakukan pengecekan PH dari limbah yang dibuang dari Input dan Output apabila PH nya sama berarti tidak ada proses pengolahan limbah. Saat dilakukan uji laboratorium dan hasilnya di atas batas baku dan COD nya tinggi sekarang 9,6,” ujarnya.

Menurut Slamet, pihaknya masih menyelidiki perusahaan tersebut membuang limbah apakah sudah lama atau masih baru. Ia juga dalami modus perusahaan membuang limbah tersebut dan dampak-dampak lingkungan sekitar serta akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang.

Apabila telah terbukti melakukan tidak pidana, polisi akan memberi sanksi hukum penjara selama 1 hingga 3 tahun, sesuai UU No. 4 Tahun 2009, Pasal 99. “Kami akan lakukan penyelidikan lebih mendalam terkait dugaan pembuangan limbah tanpa diolah ini terlebih dahuli,” pungkasnya. (rie)