Pengendara Kesal, Odong-odong Bikin Macet

Pengendara Kesal, Odong-odong Bikin Macet

38
0
MACET : Arus lalu lintas dari  Lemahabang Wadas menuju Cilamaya macet hingga 1 kilometer. WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Kinerja Satpol PP Dikritik

LEMAHABANG – Arus lalu lintas dari Kecamatan Lemahabang Wadas menuju Cilamaya Kulon macet parah. Usut punya usut, penyebab kemacetan yang mengular hingga satu kilometer itu, akibat terhambat oleh arak-arakan singa depok atau yang biasa di sebut odong-odong.

Ratusan kendaraan hampir tak bergerak, dari depan SMPN 1 Telagasari hingga kantor Desa Dawuan Kecamatan Lemahabang Wadas.

Hasil pantauan KBE di lapangan, selain arus lalu lintas yang tertutup satu arah, minimnya petugas pengatur lalu lintas pan pengamanan dari Satpol PP Kecamatan menjadi pemicu terhambatnya arus lalu lintas.

Wawan Guswam (36) salah satu pengendara roda empat, warga Desa Kiara Kecamatan Cilamaya Kulon mengaku sangat kesal dengan aktifitas arak-arakan itu, karena mengganggu arus lalu lintas. Bahkan, saya  terjebak kemacetan itu sampai hampir dua jam.

“kalau mau buat acara semacam ini, tolonglah jangan di jam pulang kerja. Jadi kan bikin kemacetan parah,” ungkap Wawan pada KBE, Jumat (29/6).

Wawan mempertanyakan soal izin yang dikekuarkan baik oleh pemerintah Desa Kedawung maupun Kasie Trantib Kecamatan Lemahabang. “Ini sebenarnya salah siapa?, Sudah tau jam pulang kerja itu banyak mobil dan motor yang melintas kok masih di izinkan ada kegiatan seperti ini,” kesalnya.

Wawan mengatakan, meskipun kegiatan ini merupakan hiburan bagi masyarakat yang positif. Jika arak-arakan itu berjalan atas izin Kasie Trantib Kecamatan, seharusnya Satpol PP Kecamatan mampu bertugas dengan baik, dalam hal mengatur arus lalu lintas.

Masih kata Wawan, Kemacetan terjadi karena petugas pengatur lalu lintas jumlahnya sangat minim. Selain itu, mereka bukanlah orang-orang yang kompeten dalam bidang lalu lintas..

Pasalnya, kebanyakan petugas keamanan yang berjaga adalah anggota linmas yang sudah lansia dan tidak pandai mengatur arus lalu lintas.

“Pantas saja macet panjang, orang yang mengatur arus lalu lintas cuma linmas yang sudah tua,” katanya.

Kemacetan bukan hanya bersumber pada tertutupnya arus lalu lintas dari Lemahabang meuju Cilamaya. Akan tetapi, ribuan warga yang berkumpul di pinggir-pinggir jalan juga mempersempit lajur kendaraan.

“Nonton aja sih mas, soalnya rameh, yang hajat tokoh masyarakat sini,” kata salah satu ibu yang tak menyebut namanya.

Saat di konfermasi, Kasie Trantib Kecamatan Lemahabang, Indra Kelana tak memberi tanggapan sedikitpun. (wyd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY