Pencari Kerja Makin Membeludak

Pencari Kerja Makin Membeludak

102
0
BERDESAKAN: Ratusan pencari kerja memadati Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, Kamis (28/6). ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

KARAWANG – Usai libur lebaran, sedikitnya 200 hingga 300 pelamar kerja mengantre di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang.

“Mereka sejak Senin terus berdatangan untuk mengirimkan lamaran kerja ke Disnakertrans dari Pukul 08.00 WIB hingga sore hari,” ujar Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Suroto, kemarin.

Ahmad mengatakan, berdasarkan peraturan bupati nomor 6 Tahun 2016 tentang perluasan lapangan pekerjaan. Seluruh perusahaan di Karawang wajib membuka lowongan perkejaan di kantor Disnakertrans. “Lowongan pekerjaan hanya satu pintu. Yakni di Disnakertrans. Jadi tidak boleh melalui mana pun,” katanya.

Lanjut Ahmad, perusahaan yang melanggar perbub tersebut akan didenda senilai Rp100 juta. “Kalau mereka tidak mematuhi kita akan denda Rp100 juta. Perusahaan harus melalui Disnakertrans,” ucapnya.

Alhasil, antrean lowongan kerja dari perusahaan pun terus membanjiri ruangan pendaftaran di Disnakertran. Menurut, Ahmad, dalam satu hari bisa satu sampai dua perusahaan bisa membuka tes lowongan pekerjaan.

“Setiap bulan itu ada sekitar 40 perusahaan yang siap untuk melakukan tes pekerjaan di Disnakertrans. Dibandingkan mereka mengikuti jobfairs yang hanya bisnis, mending ke Disnakertrans. Hanya syaratnya untuk KTP di Karawang,” ungkapnya.

Dampak hasilnya, angka pengangguran di Karawang juga berhasil turun berdasarkan data badan pusat statistik. Pada Tahun 2016 angka pengangguran mencapai 10,05 persen, lalu Tahun 2017 hanya 9,5 persen. “Sebelumnya angka pengangguran 113 ribu, menjadi 106 ribu,” terangnya.

Di Tahun 2017 saja, kata Ahmad, Disnakertrans berhasil menyerap 29.440 warga untuk bekerja. Lalu hingga bulan Juli 2018 sudah mencapai 20 ribuan sudah terserap untuk bekerja.

“Tahun 2017 sudah 37 ribu pelamar kerja dan yang dapat diserap yakni 29.440 warga. Kalau 2018, hingga Juli sekitar 20 ribuan yang sudah terserap. Ini konsekuensi dengan upah tertinggi di Indonesia yakni Rp3,9 juta,” tuturnya.

Ahmad juga mengimbau kepada warga untuk memantau lowongan kerja ke Disnakertrans atau media sosial resmi Disnakertrans. “Jadi jangan percaya yang melalui pesan-pesan Whatsapp. Kecuali datang ke kita dinas ada papan loker atau media sosial kami, ” pungkasnya. (rie) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY