Awasi Kuota Kelas Tambahan

Awasi Kuota Kelas Tambahan

48
0
Dra Hj Euis Arwati, Kepala SMAN 1 Jatisari
BERBAGI

Hasil PPDB Online Tak Bisa Diutak-atik

KARAWANG – Berbagai banyak cara bisa dilakukan agar apa yang menjadi keinginan atas permintaan semua orang bisa dikabulkan seperti pada pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Karawang.

Bingung atas desakan semua permintaan dari setiap orang yang memaksakan siswa untuk bisa masuk sekolah yang diinginkan. Akibatnya sejumlah kepala sekolah rela mengutak atik nilai dan bahkan nekad untuk meminta kouta tambahan kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

Kepala SMAN 1 Jatisari, DRA.HJ.Eius Arwati tetap nekad untuk mempertahankan apa yang telah menjadi aturan dinas pendidikan. Bahkan dia menolak dengan tegas bagi sispa saja yang menerima siswa titipan di sekolahnya.

” Kita sudah sampaikan itu di sosialisasi PPDB Online di Kantor Kecamatan Jatisari beberapa hari kemarin dan bagi siapa saja yang bermain bisa dipecat,” katanya.

Berbeda dengan Kepala SMAN 2 Klari, Unang dirinya merasa bingung ketika sekolah yang baru memiliki bangunan sekolah sendiri itu menjadi pilihan kedua setelah SMAN 1 Klari oleh seluruh calon siswa. Justru bagi pilihan pertama yang masuk ke SMAN 2 Klari bisa tergeser oleh pilihan kedua.

” Pusingnya kalau di sekolah lain ngga keterima pilihan keduanya masuk kesini dan itu secara otomatis masuk sendiri, kasian aja yang sudah daftar bisa tercoret,” akunya.

Belum lagi harus mengahdapi para pejabat nakal yang meminta untuk memasukan siswa bawanya ke sekolah itu. Tak tanggung kata dia jumlah yang dimintanya bisa sampai 20 siswa agar dipastikan masuk ke sekolah negeri yang dinginkannya itu.

” Saya juga bingung harus gimana, saya yakin bukan di sekolah saya saja yang mengalami bingung seperti ini pasti di sekolah lain juga ngalamin, kalau mau kompak hayu kita minta kouta tambahan aja ke dinas pendidikan provinsi asal kmpak kita aksi disana semua kepala sekolah,” tuturnya.

Sementara Ketua MKKS SMAN Kabupaten Karawang, Dwi Styono mengaku tidak bisa membantu siapapun terkait pelaksanaan PPDB online tahun ini sebab, pada pelaksanaanya berbeda dengan tahun yang lalu yang masih dikelola oleh pemerintah darah.

” Kalau dulu mah sebelum ke Provinsi mau 4 mau 6 bisa ditolong biar masuk sekolah karena kebijakan masih sama sekolah, sekarang mah sudah kebijakan dari provinsi langsung,” ucapnya.

Berbagai solusi dalam menghadapi hal tersebut ialah pertama sekolah sudah tidak bisa lagi memberikan nilai tamabahan atau mengutak atik nilai selama di jalur akademik, sedangkan untuk jalur non akdemik atau afirmasi (kurang mampu dan apresiasi prestasi) masih bisa dan ada penambahan nilai karena ada kebijkan dari sekolah.

” Kalau untuk jalur akademik sudah tidak bisa lagi itu kebiakan dari provinsi, bagi semua calon siswa yang daftar juga terlihat di onlinenya, dan jalur akademik dilihat dari nilai nem,” ungkapnya. (oib)