Pabrik Jadi Pasar Penjualan Sabu

Pabrik Jadi Pasar Penjualan Sabu

26
0
BERBAGI

KARAWANG – Selama satu minggu terakhir, Polres Karawang meringkus 12 orang pengedar sabu-sabu yang beroperasi di seputar wilayah Karawang. Para tersangka yang kebanyakan bekerja sebagai pegawai swasta mengedarkan sabu di lingkungan pabrik yang sudah mereka kenal dan menjadi pelanggan tetap.

“Kami polisi berhasil mengamankan paket sabu sebesar 44,83 gram dari tangan tersangka. Kami menggelar operasi selama sepekan dan berhasil mengamankan 12 orang tersangka dan dua di antaranya wanita,” ungkap Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya didampingi Kasat Narkoba AKP Eko Condro saat rilis di Mapolres Karawang, Selasa (26/6).

Lanjut Slamet, dari hasil pemeriksaan sementara tersangka termasuk dalam jaringan Jakarta dan Kuningan. Yang cukup memprihatinkan kebanyakan tersangka yang kami tangkap bekerja sebagai buruh pabrik dan mengedarkan narkotika dilingkungan pabrik. Pihaknya masih mendalami peredaran narkotika dilingkungan pabrik yang diduga mulai mewabah dilingkungan pekerja.

Menurut Slamet, dari 12 tersangka yang ditangkap tersebut sebanyak 8 tersangka merupakan buruh pabrik. Sebelumnya Polres Karawang pernah menangkap sejumlah buruh pabrik yang menjadi pengedar narkotika. “Kami masih mendalami kasus ini karena narkotika sudah masuk ke wilayah industri, apalagi jumlah karyawannya setiap pabrik sangat banyak,” katanya.

Slamet mengatakan 12 tersangka yang ditangkap antara lain AP (26), BY (25), MS (33), PA (23), DH (24), DA (40), RH (23), GP (25),  RS (38), LL (34), AK (44), dan DW (28). Pasokan narkotika diketahui selama ini berasal dari Jakarta dan Kuningan. Para tersangka secara rutin mendapat kiriman narkotika jenis sabu dan kemudian diedarkan dilingkungan pabrik.

“Barang bukti seberat 44,83 gram kalau di rupiah kan senilai ratusan juta rupiah. Para tersangka dikenai pasal 112 Jo 127 Jo 114 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” jelasnya.

Sementara salah seorang tersangka, DW (28) mengaku mendapatkan sabu dari daerah Indramayu dengan cara transaksi. Kembali mengedarkan di Karawang khususnya Cikampek dengan sistem tempel disuatu tempat atau orang yang sudah dikenal.

“Untuk per paketnya biasa dijual sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Saya pernah mendekam di Lapas Purwakarta selama 1,5 tahun dengan kasus yang sama,” pungkasnya. (rie) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY