KPU Siapkan TPS Keliling

KPU Siapkan TPS Keliling

56
0
TPS RS: KPU menyediakan TPS Keliling yang mendatangi rumah-rumah sakit untuk warga uang masih dirawat.
BERBAGI

Bagi Warga yang Sakit

PURWAKARTA – KPU Purwakarta mnyediakan fasilitas pencoblosan keliling atau Tempat Pemungutan Suara (TPS) mobile, khusus masyarakat yang terpaksa tidak bisa datang ke TPS karena sedang dirawat di rumah sakit.

Ketua KPU Purwakarta, Ramlan Maulana, menjelaskan bahwa TPS keliling ini adalah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Mereka mendatangi warga sambil membawa kotak dan surat suara ke sejumlah fasilitas kesehatan seperti Puskemas dan Rumah Sakit.

“Mekanismenya ada dua anggota KPPS yang bawa kotak dan surat suara ke RS dan Puskemas. Saat itu mereka juga didampingi pihak keamanan dan anggota Panwaslu,” kata Ramlan saat ditemui di kantor KPU Purwakarta, Jalan Flamboyan, Nagri Kaler, Purwakarta, Selasa (26/6).

Setalah para warga yang sakit itu menggunakan hak suaranya, surat suara akan dihitung di TPS yang berada di dekat fasilitas kesehatan tersebut.

Sementara itu, mengenai pendistribusian logistik pada H-1 pencoblosan ini, Ramlan menyebut, telah seratus persen terdistribusi.

“Logistik sudah terdistribusikan ke semua wilayah di Kabupaten Purwakarta, tinggal besok pelaksanaannya saja,” ucapnya.

Sementara pasien rumah sakit yang sedang menjalani rawat inap tentu tidak bisa pergi ke TPS untuk ikut mencoblos. Tetapi, KPU bersedia memfasilitasi para pemilih yang tidak bisa pergi ke TPS.

“Di sana tidak didirikan TPS, tapi mereka dilayani TPS terdekat,” ujar Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq, Selasa (26/6).

Endun Abdul Haq menjelaskan, bahwa nantinya petugas TPS akan menghampiri pasien rawat inap di rumah sakit dan puskesmas agar pasien bisa mencoblos.

Pelaksanaan pencoblosan pukul 11.00 WIB.Waktu tersebut dipilih karena TPS diprediksi mulai sepi pemilih, sehingga beberapa petugas TPS bisa dikirim ke rumah sakit. “Nanti dikirimkan dua orang petugas, satu pengawas, dan dua orang saksi,” ujarnya.

Para pasien yang menjadi pemilih bisa menggunakan Formulir A5 atau KTP-el untuk bisa ikut memilih.

Meski pasien tidak terdaftar di DPT, kata Endun, atas kesepakatan petugas, saksi, dan pengawas, selama pasien masuk dalam kategori warga yang memiliki hak pilih, maka pasien tersebut diperbolehkan mencoblos.

Selain pasien rumah sakit, layanan ini juga diterapkan ke penghuni rutan di Polda, Polres, dan Polsek. Sedangkan lembaga permasyarakatan, kata Endun, akan didirikan TPS. (kbe)