Mandaya Hospital undang Bidan Ikuti Seminar Kebidanan

Mandaya Hospital undang Bidan Ikuti Seminar Kebidanan

28
0
BERBAGI

Update Deteksi Dini Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal

KARAWANG– Kesehatan Ibu dan Anak Masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling mendesak di Indonesia, disini Mandaya Hospital Karawang hadir untuk memberikan seminar kepada para bidan dengan tema “Update Deteksi Dini Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal”.Acara dilaksanakan di Auditorium Mandaya Hospital, belum lama ini.

Acara Seminar kebidanan diisi oleh pembicara dr.Freddy Sp.OG dan dr.Novsyan Montolalu Sp.A.

Seminar yang diangkat saat ini adalah masalah Stunting yang sedang menjadi trending topic di dunia kesehatan tentang khusunya di Indonesia sehingga perlunya pencegahan dan penatalaksanaan stunting.

Indonesia termasuk urutan ke 5 teratas di dunia masalah stunting dengan posisi pertama India, dilanjut Nigeria, Pakistan, Cina dan Indonesia.

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janim masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Di Indonesia angka kejadian pendek pada balita adalah 36,8% pada tahun 2007, 35,6% pada tahun 2010, 37,2% pada tahun 2013 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Angka kejadian stunting 37,2% pada tahun 2913 terdiri dari 18% tergolong sangat pendek dan 19,2% balita pendek. Dengan angka kejadian tertinggi NTT (28,7%) dan terendah di Bali (9,6%).

Direktur Sales dan Marketing Mandaya Hospital, Dra.Yuhelmis Sienifa MM.MARS mengatakan, seminar ini mengundang bidan-bidan yang ada di Karawang, Bekasi, Bogor dan Bandung. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan (edukasi) terhadap bidan.

“Seperti yang kita bilang mendeteksi secara dini kegawatdaruratan,” ujar Yuhemilis yang biasa akrab dipanggil Hela, Kamis (7/6/2018) .

Hela menuturkan, kedepan pihaknya juga akan melaksanakan secara rutin acara seperti ini selama 2 bulan sekali atau 3 bulan sekali untuk edukasi para bidan.

Usai Hari Raya Idul Fitri, pihaknya juga akan mengadakan seminar untuk dokter, topiknya kisaran jantung, karena hal-hal yang benar-benar diperlukan. Untuk bidan yang datang hari ini sekitar 300 lebih peserta.

“Dengan acara ini bertambahlah ilmu para bidan yang ada disini, diharapkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk bertanya dalam acara ini, dan kedepan kontak dokternya akan kita berikan,” ucap Hela.

Ia menambahkan, kedepan pihaknya aakan membuat kontak grup dengan bidan-bidan dan dokter-dokter spesialis, supaya dapat berhubungan dan konsultasi langsun, sehingga lebih dekat dengan dokter dan bisa cepat merespon.(dri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY