Tragedi Gergaji Maut GOR Panatayuda

Tragedi Gergaji Maut GOR Panatayuda

388
0
PRAREKONTRUKSI: Beler saat melakukan prarekontruksi leher korban yang digergaji olehnya. ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BERKASI EKSPRES
BERBAGI

“Korban – Pelaku”Sempat Saling Serang

KARAWANG – Polres Karawang  menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan dan penganiayaan sekelompok pemuda yang mengakibatkan korban tewas di Gor Panatayudha. Hasilnya, ada 22 adegan yang dilakukan di sejumlah lokasi.

“Total ada 22 adegan, dimulai dari taman dan Gor Panatayudha. Dalam adegan ke 17, tersangka mengayuhkan gergaji es balok ke leher korban dan mengakibatkan korban meninggal dunia di rumah sakit akibat kehabisan darah,”  ungkap Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng usai memimpin Pra rekonstruksi di Gor Panatayudha, Jumat siang (22/6).

Lanjut Maradona, ada 12 saksi korban, seorang saksi pelaku dan pelaku ikut dalam prarekonstruksi itu. Selama kurang lebih 2 jam, YAR alias Beler memperagakan adegan sadis saat ia mengamuk dan menebas 3 korbannya. Reka adegan pertama dilakukan di taman Panatayudha.

Tempat 14 pemuda asal Rawamerta pesta miras saat malam takbiran Jumat dini hari (15/6). Saat belasan pemuda itu mabuk, Belel datang dan membuat onar. Menggunakan motor matic, Beler dan Sumardi dibonceng oleh Diki.

“Pelaku merasa tempat nongkrongnya diusik. Ia pun sempat memprovokasi kelompok pemuda yang sedang nongkrong di taman itu,” ujarnya.

Menurut Maradona, provokasi yang dilakukan Beler adalah melakukan aksi sok jago dengan menggesek gergaji es (gosir) ke aspal jalan. Di hadapan anak-anak nongkrong itu, kata Maradona, Beler juga sempat berkata kasar dengan nada menantang.

“Pelaku dibonceng oleh kawannya, selain menggesek gergaji, pelaku juga berkata kasar pada kelompok pemuda yang sedang nongkrong tersebut,” jelasnya.

Maradona mengatakan, Beler yang saat itu sedang mabuk kemudian merusak salah satu motor yang terparkir di taman tersebut. Menggunakan gergaji gosir itu, tersangka (Beler) menghantam plat nomor motor hingga lepas. “Para pemuda lalu terpancing dan mengejar pelaku setelah melihat motor kawan mereka dirusak,” tuturnya.

Saat itu terjadilah kejar kejaran, sekelompok pemuda itu berhasil menghadang motor yang ditumpangi Beler di dekat Gor Panatayudha. Tersangka dan Sumardi turun dari motor saling serang, kemudian dia (tersangka) kabur bersama Diki sedangkan Sumardi ditinggalkan dan lari ke dalam GOR.

Tiga korban lalu mengejar pelaku ke halaman GOR. Di sana mereka memukuli Diki hingga terkapar. “Saat itulah pelaku mengamuk dan menganiaya korban satu per satu menggunakan gergaji,” pungkasnya. (rie)