Polisi Diminta Terbuka

Polisi Diminta Terbuka

261
0
Asep Agustian, Praktisi Hukum
BERBAGI
  • Siapa Empat Nama yang Diperiksa
  • Dugaan Kecurangan Tender RS Paru Berbuntut Panjang

KARAWANG – Kepolisian diminta terbuka untuk menyebutkan siapa saja keempat orang yang telah dimintai keterangan dalam dugaan kecurangan tender RS Paru.

Praktisi hukum Asep ‘Askun’ Agustian menilai perkara ini menimbulkan preseden negatif dan akan dicap abu-abu jika unit Tipikor Polres Karawang tak terbuka.

Menurutnya, tak ada salahnya kepolisian minimal menyebutkan inisial atau jabatan yang telah diperiksa agar masyarakat tahu dan tidak terkesan sengaja ditutup-tutupi.

“Saya mengapresiasi dua jempol kepada Polres Karawang. Tetapi saat ini masih ngambang, karena tidak disebutkannya siapa saja keempat orang yang sudah diperiksa. Ya setidaknya menyebutkan yang diperiksa itu pejabat kah, kabid kah, kasie kah, panitia kah, kita kan gak tahu,” ucapnya kepada KBE, Kamis.

Dengan adanya seperti ini, dikatakan Askun, banyak orang yang justru malah bertanya kepadanya siapa saja yang diperiksa. Padahal ia juga menanti kepolisian terbuka progres penanganan kasus ini.

“Ada gak kira-kira orang yang beranggapan ah akal-akalan saja itu mah. Ada yang bertanya kepada saya, kang itu siapa saja yang sudah diperiksa. Lah emang gua penyidik, emang gua polisi,” ujarnya.

Saat ditanya kemungkinan ada orang besar yang memback-up di belakang kasus ini, ia menyindir semuar orang sama di mata hukum. Lebih lanjut ia berharap RS Paru ini benar-benar serius dibangunnya, tak ada unsur dugaan KKN agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

“Gak bisa yang namanya hukum tebang pilih. Kalau pun itu yang di atas uangnya banyak, tetap sama di mata hukum,” lanjut Askun mengatakan, “Saya memang menginginkan sesuatu. Satu yang saya inginkan yakni Karawang memiliki RS Paru ini yang berguna bagi masyarakat Karawang khususnya,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah nantinya ada kepastian hukum dalam dugaan kecurangan tender yang menghabiskan anggaran ratusan miliar ini, Bupati Karawang harus mengambil langkah tegas agar tak terkena getah anggapan miring dari masyarakat.

“Kembali kepada bupati kalau sudah mengetahui seperti ini. Kalau toh memang dibuktikan di dalam nuansa hukumnya ternyata itu dalam dugaan menjadi benar mau bagaimana,” katanya.

Sebelumnya, dugaan kecurangan dalam tender Rumah Sakit Paru mulai ditangani serius oleh kepolisian melalui unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Karawang.

Sedikitnya  telah ada empat orang yang dipanggil dimintai keterangan dalan dugaan tender megaproyek yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) ini.  Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim AKP Maradona Armin Mapaseng.

“Untuk kasus tersebut sudah ditangani unit Tipikor dan sekarang sedang proses penyelidikan. Kasus dugaan korupsi itu butuh ketelitian jadi perlu waktu cukup panjang, sejauh ini baru sekitar empat orang yang sudah dimintai keterangannya,” ungkap Maradona kepada KBE. (rie/fan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY