bjb Kucurkan Rp 50 M Pengembalian Dana Bergulir Tahap II KCR ke...

bjb Kucurkan Rp 50 M Pengembalian Dana Bergulir Tahap II KCR ke Pemprov Jabar

PENGEMBALIAN. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menerima Pengembalian Dana Bergulir Tahap II KCR sebesar Rp 50 Miliar dari bank bjb, kemarin. //FOTO : IST//

41
0
BERBAGI

Per Maret 2018 kredit yang
disalurkan bjb tumbuh Rp 364 Miliar

BANDUNG – Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan sektor  usaha produktif yang saat ini tetap menjadi penopang stabilitas ekonomi Indonesia. Dari
tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat yang menjadi bukti bahwa jenis usaha ini masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan.

Disisi lain berbagai tantangan besar terus dihadapi pelaku UMKM, bukan hanya terkait permodalan melainkan juga tantangan dalam hal mengelola usahanya.

Kebijakan pemerintah dalam hal memberikan layanan kepada UMKM salah satunya adalah
dengan mewajibkan setiap bank mengucurkan pembiayaan UMKM, sejalan dengan hal tersebut bank bjb mewujudkannya dengan menghadirkan berbagai produk layanan
pembiayaan UMKM yang variatif dan suku bunga kompetitif.

“Per Maret 2018 kredit yang
disalurkan bank bjb tumbuh sebesar 26 % YoY atau setara dengan Rp 364 Milyar dari total
keseluruhan pembiayaan yang dilakukan oleh bank bjb,” jelas Hakim Putratama,
Senior Vice President bank bjb dalam pers realese yang diterima KBE Online, kemarin (11/6/2018).

Dijelaskan, potensi tumbuh kembang UMKM di Jawa Barat sangatlah tinggi, terlebih lagi dengan telah diluncurkannya program penciptaan 100.000 wirausaha baru oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat yang inline dengan program bank bjb, dimana sejak tahun 2011 bank bjb telah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan mengucurkan program pembiayaan dengan nama Kredit Cinta Rakyat atau KCR Jawa Barat.

“Penyaluran KCR dilaksanakan melalui 5 tahapan dengan total 385 Miliar Rupiah, dimana tahap I sebesar 165 Miliar Rupiah telah dilakukan pengembalian oleh bank bjb kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Desember 2016,” tambahnya.

Tahap II sebesar 50 Milyar Rupiah yang pengembaliannya kita selengarakan pada hari ini. Tahap III akan berakhir pada bulan
Desember 2018 sebesar 20 Miliar Rupiah, tahap IV akan berakhir pada bulan September
2019, dan tahap V akan berakhir pada bulan November 2020 sebesar 50 Miliar Rupiah.

Mengacu pada kerjasama penempatan dana bergulir oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat
di bank bjb, dimana untuk tahap kedua telah berakhir, maka secara sistem dana tersebut
telah kreditkan ke rekening kas daerah Provinsi Jawa Barat pada tanggal 11 April 2018 lalu dengan nilai yang utuh yaitu sebesar 50 Miliar Rupiah.

Keberhasilan program ini tak lepas dari kerjasama yang sangat baik antara pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dewan Legislatif dan bank bjb yang telah bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi program. Merujuk pada besarnya manfaat program ini terhadap UMKM Jawa Barat diharapkan kedepan program ini tetap dapat berjalan.
Program pembiayaan KCR mendapat sambutan sangat baik dari pelaku UMKM Jawa Barat.

Hal ini ditandai dengan hingga Akhir Maret 2018, dana KCR telah tersalur sebesar Rp
556.945.450.000 (Lima ratus lima puluh enam milyar sembilan ratus empat puluh lima juta
empat ratus lima puluh ribu rupiah). Dana ini termanfaatkan dengan baik oleh 16,403 pelaku UMKM di Jawa Barat.Dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 37, 832 orang.

Dalam proses sosialisasi terkait produk KCR, bank bjb bekerjasama dengan Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Provinsi serta Kabupaten Kota se-Jawa
Barat, khususnya OPD yang menjadi penyelenggara program wirausaha baru.

Selain itu, bank bjb juga menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi berbasis UMKM yang ada di Provinsi Jawa Barat, sehingga bank bjb optimis bahwa program ini diketahui dan dipahami oleh pelaku UMKM Jawa Barat.

Langkah strategis lain dilakukan oleh bank bjb, salah satunya dengan melakukan proses
pelatihan dan pendampingan secara terus menerus melalui Program Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat Terpadu atau PESAT.

“Sehingga permodalan yang diterima, menjadi
tepat guna dan berujung pada kesejahteraan UMKM.” jelas Hakim (rls/mak)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY