Buruh Dukung Dedi J

Buruh Dukung Dedi J

29
0
DUKUNGAN BURUH: Foto bersama deklarasi buruh mendukung Dedi J Budi Setiadi di Posko PDI-P Jalan Otista Subang. HARUN/KBE
BERBAGI

SUBANG – Ratusan massa dari berbagai perwakilan organisasi atau serikat buruh yang tergabung dalam Komite Buruh Subang (KBS), menggelar deklarasi mendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3, Dedi J-Budi Setiadi.

Deklarasi dukungan yang berlangsung Rabu (6/6/2018) diikuti beberapa serikat buruh, diantaranya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi), kaum buruh perempuan, dan lainnya. Para serikat buruh ini lantas menggabungkan diri dalam Komite Buruh Subang (KBS).

Juru bicara Komite Buruh Subang (KBS), Suwira, menegaskan, dukungan kaum buruh terhadap Paslon nomor 3 Dedi J-Budi Setiadi, tidak berlangsung instan, melainkan berdasarkan pertimbangan matang melalui proses yang panjang.

“Kami tidak asal mendukung terhadap paslon Dedi J-Budi Setiadi, tapi melalui diskusi panjang bersama teman-teman buruh yang lain,” ujar Suwira.

Suwira mengatakan, dirinya bersama organisasi-organisasi serikat buruh lainnya punya alasan kuat untuk mendukung dan memenangkan Dedi J-Budi Setiadi pada Pilkada 27 Juni mendatang.

Mereka berkeyakinan, hanya paslon nomor 3 ini yang bisa memberikan solusi terbaik untuk lebih mengakomodir kepentingan buruh dan lebih menjamin peningkatan kesejahteraan kaum buruh Subang.

“Bagi kami, Dedi J-Budi Setiadi adalah pemimpin yang mampu memberi solusi. Kami yakin itu,” tegasnya.

Pihaknya pun memastikan, dukungan kaum buruh terhadap Dedi J-Budi Setiadi itu dilakukan tanpa embel-embel, tanpa komitmen transaksional.

“Perlu ditegaskan, kami mendukung tanpa embel-embel transaksional, tanpa mahar,” ucap Suwira.

Menanggapi dukungan kaum buruh tersebut, Cawabup nomor 3 Budi Setiadi yang turut hadir dalam deklarasi itu, mengatakan, pihaknya sudah lama membangun komunikasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk dengan kaum buruh.

Dirinya bersama Cabup Dedi J pun bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan kaum buruh, melalui berbagai upaya yang tidak hanya mengandalkan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Kita sudah satu tahun lebih menjalin komunikasi yang baik dengan kalangan buruh, dan kita ingin kesejahteraan buruh ini tidak hanya didapat dari UMK saja,” tutur Budi.

 

Pihaknya pun tidak akan muluk-muluk memberi janji terhadap kaum buruh. Pihaknya bertekad melindungi kaum buruh melalui pembuatan payung hukum perda dan penegakkan aturan tentang perburuhan.

“Kita tidak akan menjanjikan hal yang tidak bisa kita penuhi. Tetapi kita tekadkan untuk membuat payung hukum perda tentang buruh, mensejahterakan buruh dengan adil serta menegakkan aturan sesuai Undang-undang yang berlaku,” pungkas Budi. (hrn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY