Polres Tindak Perusahaan Nakal

Polres Tindak Perusahaan Nakal

50
0
SEGEL : Nampak Polres Purwakarta saat tindak dan segel IPAL milik PT Warrenty Industries yanh diduga membuang limbah B3 ke anak sungai Cilamaya. CATUR AZI / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Yang Terbukti Buang Limbah B3 ke Sungai

PURWAKARTA – Kepolisian Resor Purwakarta ngencar lakukan pengamatan dan penindakan bagi perusahaan nakal yang sengaja membuang limbah mengandung bahan berbahaya ke sungai, sehingga sebabkan pencemaran sungai.

Polres Purwakarta mencatat sekitar 17 perusahaan yang diduga telah membuang limbah cair mengandung B3 ke sungai tanpa melalui proses pengelolaan instalasi yang baik dan benar.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Aqtha Bhuwana Putra mengatakan, pihaknya melakukan hal itu dalam rangka memuluskan program Citarum Harum. Dari 17 perusahaan yang ditindak 4 perusahaan sudah dilakukan penyegelan.

Ke 4 perusahaan tersebut diantaranya PT Warrenty Industries  yang berlokasi di Jalan Raya Sadang Kp Sukamukti Kecamatan Cibatu. Diduga perusahaan WNA tersebut membuang limbah cair mengandung B3 ke anak sungai Cilamaya, tepatnya sungai Cinangka.

Menurut Aqtha, limbah yang dibuang ke anak sungai merupakan limbah industri PT Warrenty, dimana kondisinya hitam pekat dan rentan berdampak pada pencemaran termasuk bau tidak sedap.

“Perusahaan nakal buang limbah sembarangan ke sungai baik ke Citarum atau sungai lainya pasti kita tindak, ” kata dia ketika dimintai keterangan KBE, Rabu ( 6/6).

Ia tegaskan  pihaknya akan terus mengawasi perusahaan perusahaan yang diduga membuang limbah cair mengandung B3 tanpa melalui proses Ipal yang baik dan benar.

Seperti diketahui kondisi pencemaran sungai Citarum dan Cilamaya sudah sangat memprihatinkan,  sudah diambang batas toleransi sehingga tidak ada kata tebang pilih soal penindakan bagi perusahaan yang mencemari lingkungan sungai.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan Lingkungan Hidup terkait dengan perusahaan yang berdiri tidak jauh dari sungai baik Citarum, Cilamaya dan lainnya,” terang Aqtha.

Sedangkan, Supar pihak Super Visor PT. Warrenty Industries mengaku sangat kaget dengan tindakan yang dilakukan pihak Polres yang sudah melakukan penyegelan. Ia katakan, bahwa torn penampung limbah memang dalam proses perbaikan.

Menurut dia, sudah sepekan dalam proses perbaikan, sehingga dengan terpaksa limbah produksi dibuang ke sungai anak Cilamaya. Diakuinya dalam sehari sekitar 4 sampai 5 kubik air limbah yang dibuang kesungai.

Akibat penyegelan produksi jadi terganggu, karena selama proses penyidikan dan penyegelan pihak perusahaan tidak boleh melakukan perbaikan torn limbah. Maka bukan saja jumlah liter kubik  limbah berkurang karena produksi dikurangi. (ctr)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY