BNI Resmikan Rumah Desmigratif

BNI Resmikan Rumah Desmigratif

60
0
SERAH TERIMA : Kadisnakertrans A. Suroto bersama Indra Tjahyanta menyerahkan secara simbolis meresmikan Rumah Desmigratif di Desa Pasir Jaya, Cilamaya Kulon. Senin (4/6). WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Berfungsi Sebagai Sarana Edukasi Purna TKI

KARAWANG– Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Karawang, meresmikan bantuan CSR renovasi Rumah Desa Imigran Produktif (Desmigratif) di dua tempat yang berbeda. Senin (4/6).

Diantaranya berlokasi Di Dusun Ceah, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon dan Dusun Sukarela, Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes.

Renovasi Rumah Desmigratif di Dusun Sukarela RT 02/02 Desa Kertamulya Kecamatan Pedes dihadiri perwakilan dari Bank BNI, Kabid Bina Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans, Kades Kertamulya serta para tokoh masyarakat.

Perwakilan dari Bank BNI Lina Sukmasari mengatakan program Desmigratif ini diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan PT. BNI, sebagai bentuk dukungan pada upaya pemerintah menyediakan rumah layak bagi pekerja.

BNI juga akan memberikan 120 rumah Desmigratif sekaligus memberikan status sebagai agen 46 di 120 desa yang ditunjuk Kemenaker dan jumlah rumah Desmigratif akan terus bertambah setiap tahunnya.

Sementara Pimpinan Bidang Pemasaran dan Bisnis BNI Kantor Cabang Karawang, Indra Tjahyanta saat ditemui  di Desa Pasir Jaya, Cilamaya Kulon menerangkan, pemberian CSR berupa Rumah Desmigratif dan sarana pendukung lainnya merupakan bentuk pelaksanaan salah satu tugas BNI sebagai agen pembangunan di desa.

Bekerjasama dengan Disnakertrans Karawang, BNI Kantor Cabang Karawang akhirnya berhasil mewujudkan kebutuhan masyarakat Des Pasir Jaya selama ini, yaitu memiliki rumah edukasi untuk purna TKI.

“Tujuan dibangunnya rumah Desmigratif adalah sebagai wadah informasi dan edukasi untuk para purna TKI di Desa Pasir Jaya,” ungkapnya.

Sementara, Kadisnakertrans Karawang, A. Suroto menjelaskan, di Desa Pasir Jaya terdapat sedikitnya 400 warga purna TKI atau yang pernah bekerja di luar negeri.

Melalui Rumah Desmigratif, Suroto berharap, setelah pulang bekerja dari luar negeri, masyarakat Desa Pasir Jaya bisa kembali menjalankan aktifitas ekonomi kemasyarakatan.

Dalam hal ini, memberikan keahlian skill dan modal melalui Bank BNI dalam program Kredit Usaha Rakyat. Sehingga tidak ada lagi keinginan untuk kembali bekerja di luar negeri.

“Rumah ini dibangun untuk sarana informasi dan edukasi warga Purna TKI. Disini mereka akan dilatih kewirausahaan dan di beri modal,” ungkap Suroto.

Adapun keterampilan yang dilatih dari Rumah Desmigratif ini, kata Suroto, diantaranya budidaya berkebun, berternak, menjahit hingga membuat kerajinan tangan.

“Jadi penghasilan yang mereka dapatkan setelah bertahun-tahun kerja di luar negeri tidak langsung habis. Tapi bis jadi modal untuk membuka peluang bisnis sendiri,” jelasnya.

Jika secara keterampilan sudah terbangun tapi belum memiliki modal, imbuhnya, tidak perlu risau.

Disnakertrans sudah menggandeng BNI yang siap memberikan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan syarat dan ketentuan yang sudah dijamin sangat mudah.

“Dalam hal ini BNI bisa menyediakan modal melalui KUR Agen 46 di tiap desa,” ucapnya. (wyd/zis)