PPDB SMA/SMK  Dimulai

PPDB SMA/SMK  Dimulai

303
0
DIMULAI. Calon siswa baru SMA sudah menentukan jurusan sejak pendaftaran online.
BERBAGI

800.000 Lulusan SMP Sederajat Perebutkan 250.000 Kursi

KARAWANG– – Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Provinsi Jawa Barat tahun 2018 sudah dibuka pada 4-8 Juni dengan daya tampung mencapai 250.000 siswa dari prediksi sekitar 800.000 pendaftar.

“Ada lebih dari 800.000 lulusan SMP pada 2018 tapi kapasitas SMA dan SMK Negeri di Jabar baru sekitar 250.000 siswa,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman,   Senin (4/6/2018).

Firman Adam mengatakan, pendaftaran dibuka untuk empat jalur antara lain keluarga ekonomi tidak mampu (KETM), penghargaan masalah guru (PMG), dan anak berkebutuhan khusus (ABK), warga penduduk sekitar (WPS), dan prestasi.

Untuk tahun 2018, PPDB dibuka dua putaran yaitu jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional yang terdiri atas jalur KETM, PMG dan ABK, WPS, dan prestasi pada 4 Juni 2018 dan jalur Nilai Hasil Ujian Nasional pada 2 Juli 2018.

“Pendaftaran dilakukan semidaring, yakni calon peserta didik datang langsung ke sekolah tujuan dengan membawa berkas sesuai jalur yang dipilih,” kata dia seperti dilaporkan Antara.

Nantinya, petugas akan melakukan verifikasi dan memasukkan data calon peserta didik ke dalam sistem database. Data pendaftar tersebut dapat dilihat di situs resmi PPDB keesokan harinya.

Firman Adam mengatakan, pendaftaran dapat dilakukan di sekolah pilihan 1 atau 2 atau kantor cabang dinas. Pendaftaran di kantor cabang dinas dilakukan untuk sekolah pilihan di luar kota atau kabupaten dan tidak menuntut uji kompetensi.

“Berbagai akses telah kami sediakan pada PPDB tahun ini. Semoga dapat berjalan lancar,” kata dia.

Menurut Firman Adam, PPDB 2018 masih memberlakukan sistem zonasi yakni 90 persen dalam provinsi Jabar dan 10 persen luar provinsi.

Zonasi dalam provinsi dibagi menjadi beberapa kategori yakni KETM sebanyak 20 persen, WPS 10 persen PMK, dan ABG lima persen, prestasi, dan bakat istimewa 15 persen, serta Nilai Hasil Ujian Nasional 40 persen.

Sementara untuk zonasi luar wilayah sebesar 10 persen yang terbagi atas prestasi 5 persen dan Nilai Hasil Ujian Nasional 5 persen.

Jika kuota untuk KETM dan PMG tidak terpenuhi, kuota dapat dialihkan ke jalur WPS. Demikian juga jika kuota prestasi di zonasi luar wilayah tidak terpenuhi, dialihkan ke jalur prestasi dalam wilayah.

Calon eserta didik yang tidak lolos di jalur KETM akan disalurkan ke sekolah negeri lain yang kuotanya belum terpenuhi. Bahkan pendaftar jalur KETM bersama dengan pendaftar di jalur WPS, PMG, dan prestasi yang tidak lolos dapat kembali mendaftar di jalur Nilai Hasil Ujian Nasional.

“Harapannya, tidak perlu lagi ada anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan,” kata dia.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jabar Wilayah III Heri Panzila menyampaikan bahwa pada PPDB 2018 di Jabar berbeda dengan PPDB 2017. Pada PPDB 2017, pendaftaran dapat dilakukan dengan online murni yakni peserta dapat mendaftar di daerah mana pun dengan cara mengakses laman resmi PPDB.
Namun pada PPDB 2018, pendaftaran dilakukan dengan semi online. Maksudnya, pendaftaran harus dilakukan di sekolah tujuan atau di kantor Cabang Dinas Pendidikan bila bermaksud mendaftar di sekolah yang berbeda kota dengan domisili peserta.

Pendaftar juga harus membawa seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan ke sekolah tujuan atau Cabang Disdik setempat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen dan syarat-syarat dinyatakan lengkap, baru data pendaftar dimasukkan ke dalam sistem untuk selanjutnya berproses untuk pemeringkatannya secara online. Ini yang menjadi tugas operator di sekolah,” kata Heri.

Lantaran itu Heri mengimbau kepada pihak sekolah untuk mempersiapkan operator dalam jumlah cukup saat melayani PPDB 2018/2019. Alasannya, operator tidak sekadar memasukkan data-data pendaftar. Dengan diberlakukannya aplikasi digital, operator juga mendapatkan tugas ekstra menentukan koordinat tempat tinggal pendaftar. Penentuan koordinat dimaksudkan untuk mengetahui jarak riil tempat tinggal pendaftar ke sekolah yang dituju.

“Jarak menjadi salah satu faktor penilaian, meskipun bobotnya lebih rendah dari Nilai Hasil Ujian Nasional,” kata Heri.

Dengan tugas ekstra penentuan koordinat tersebut, Heri memperkirakan seorang operator paling cepat melayani seorang pendaftar selama 15 menit.

“Kalau dalam sehari yang daftar bisa ratusan, tentu akan memakan waktu lama, sehingga baiknya disiasati dengan menyiapkan operator lebih banyak, ya antara 4 sampai 5 orang,” katanya. (wyd)