Curanmor Spesialis Kost Diringkus

Curanmor Spesialis Kost Diringkus

85
0
REKA ADEGAN: Pelaku curanmor spesialis tempat kost saat melakukan reka adegan pencurian. ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Kerap Kongkalikong dengan Sekuriti saat Beraksi

KARAWANG – Polres Karawang ciduk komplotan pencuri motor (curanmor) spesialis tempat kost di Karawang, Jawa Barat. Dalam melakukan aksinya, kelompok itu menggunakan peran ‘orang dalam’. Orang dalam yang dimaksud adalah sekuriti penjaga kosan berinisial MG (52).

Polisi menyelidiki kasus ini setelah menerima banyak laporan kehilangan motor dari penghuni rumah kost di Perum Karawang Festival, Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur. Di tempat kost itu, kehilangan motor kerap berulang.

Modus operandi komplotan ini yaitu menggasak motor yang terparkir dengan sejumlah trik. Sekuriti berinisial MG misalnya berperan membantu operasi pencurian. Caranya, menutup CCTV dengan selembar kain. “Supaya kawan saya nggak kelihatan saat ngambil motor,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya kepada wartawan saat ekspos kasus tersebut di Mapolres Karawang, Senin (4/6).

Lanjut Slamet, MG kemudian menandai motor yang jadi target dengan selembar kain pel. “Itu jadi kode mereka. Jadi pemetik hanya mengambil motor yang sudah ditandai,” ungkapnya.


Adapun AT berperan sebagai eksekutor. Dalam menjalankan aksinya, AT bertindak setelah mendapat sejumlah kode dari MG. AT pun mendapat jaminan keluar masuk tempat kost dengan aman. “Dia SMS saya untuk ambil motor yang ada kain lapnya. Dia juga mastiin kalau pagar nggak dikunci,” kata AT saat diwawancara di tempat yang sama.

Maradona mengungkapkan, MG juga bertugas mencari kunci motor penghuni kost yang kerap tertinggal di sofa. Alhasil pencurian motor di sana tak pernah menggunakan kunci T. “Pencurian di tempat kost itu sangat mulus. Tanpa kekerasan, tanpa perusakan,” jelasnya.

Setelah menggasak motor, AT kemudian menjual motor curian kepada seorang penadah berinisial GT. Setiap unit motor kerap dihargai Rp 2,5 juta. “Hasil penjualan motor dibagi dua separuh untuk MG dan AT,” katanya.

Akibat perbuatannya, MG dan AT disangkakan pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (rie)