Dituntut 6 Tahun Penjara

Dituntut 6 Tahun Penjara

77
0
DITUNTUT:  Mantan Bendahara atau Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Suhendi  (depan kiri) dikawal beberapa penyidik KPK,  saat ditangkap Tahun 2016.
BERBAGI

Suhendi Jadi Pengepul Uang Ojang

BANDUNG– Suhendi, mantan Bendahara Pengeluaran Dinkes Subang dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Subang.

Terdakwa yang merupakan pengepul uang zaman Bupati Ojang Suhandi ini juga dituntut denda Rp 200 juta subsider kurungan enam bulan penjara.

Hal tersebut terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan penyelewengan APBD Subang Tahun Anggaran 2014 di Dinkes Subang dengan kerugian negara hasil perhitungan BPK Rp 15 miliar lebih.

Sidang yang dipimpin Hakim Fuad Muhammadi digelar di Ruang 1 PN Kelas 1A Khusus Bandung (23/5/ 2018).

Dalam tuntutannya, JPU Kejari Subang, Taufik Effendi menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

“Memohon Majelis yang menangani perkara terdakwa menjatuhkan hukuman enam tahun penjara,” kata Taufik.

Selain tuntutan hukuman badan, Suhendi juga dituntut  membayar denda Rp 200 juta, atau diganti dengan masa penahanan selama enam bulan.

Tidak hanya itu, Suhendi pun dituntut membayar uang ganti rugi Rp 15 miliar, atau diganti kurungan selama tiga tahun.

Sebelum membacakan tuntutannya, Taufik juga menyebutkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan.

Untuk hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Sementara untuk hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan keluarga, dan sopan selama di persidangan.

Atas tuntutan tersebut, Suhendi dan kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan. Sidang pun ditunda dan akan dilanjukan pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi.

Dari tuntutan Jaksa dapat diperoleh keterangan, terdakwa modusnya memakai dan menyelewengkan uang anggaran yang ada di Dinkes Subang APBD 2014. Di antaranya anggaran untuk kegiatan JKN. Termasuk anggaran bantuan dari pemerintah pusat. kebanyakan uang tersebut dipakai untuk keperluan pribadinya.

Nama Suhendi mencuat setelah KPK menangkap Jaksa Devianti, jaksa yang menyidangkan kasus korupsi BPJS dengan terdakwa Jajang Abdul Kholik dan Budi Subiantoro.

Dalam kasus tersebut Bupati Subang Ojang Suhandi juga ditangkap KPK. Dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini, Jajang juga dijadikan tersangka oleh KPK karena menyuruh istrinya memberi uang ke Jaksa Devianti atas perintah Jaksa Fachri Nurmallo.

Suhendi mulai disebut-sebut dalam persidangan saat Kabid Yankes Jajang Abdul Kholik saat disidangkan dalam kasus korupsi dana BPJS sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 2,6 miliar.

Selain divonis penjara, Jajang juga harus mengembalikan kerugian negara Rp 1 miliar lebih.

Jajang dinilai telah melakukan korupsi dan melanggar pasal 2 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

Kasus korupsi itu terungkap setelah ada temuan kerugian negara Rp 2,6 miliar, oleh BPK. Berdasarkan audit BPK, dari dana tersebut dipotong Kabid Yankes Rp 155 juta, bidang Yankes Rp 825 juta termasuk di dalamnya karyawan Dinkes dan Puskesmas.

Pemotongan terbesar diambil oleh Suhendi, Kabid Anggaran Pengeluaran di Pemkab Subang sebesar Rp 1,020 miliar. Setelah KPK menetapkan tersangka terhadap Ojang Suhandi, Bareskrim Mabes Polri kemudian menetapkan Suhendi sebagai tersangka. Kasus Suhendi pun ditangani oleh Bareskrim dan Kejakgung sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejari Subang. (hrn)