Toto: Tangkap Penyebar Chat Hitler

Toto: Tangkap Penyebar Chat Hitler

89
0
Toto Suripto, Ketua DPRD Karawang
BERBAGI

Kasus Meme Berujung Bogem

KARAWANG – Ketua DPRD Karawang Toto Suripto meminta Polres Karawang mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap Hitler Nababan. Ia berharap polisi juga menemukan orang yang sengaja menyebar tangkapan layar unggahan Hitler di grup internal Badan Anggaran DPRD Karawang. Di grup internal itu, Hitler mengunggah meme Amien Rais dan Rizieq pada bulan lalu.

“Siapa yang mengeluarkan screenshot harus diusut. Siapa yang menyulut isu harus diusut. Siapa yang mengeluarkan skrinsut foto tersebut ke luar harus diusut,” katanya saat ditemui usai mediasi kasus pemukulan Hitler di Mapolres Karawang, Rabu (23/5).

Lanjut Toto, Hitler sudah meminta maaf atas unggahannya ke seluruh anggota DPRD Karawang. “Peristiwa ini sebulan yang lalu dan sudah selesai. Hitler sudah ditegur dan meminta maaf. Kenapa sekarang ramai lagi ? Itu biang keladinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya berjanji bakal menyelesaikan kasus Hitler sampai tuntas. Ia berjanji akan mengusut semua pihak yang terlibat kasus pemukulan Hitler.

“Kita usut semua baik pelaku pemukulan dan pelaku yang menyebarkan screenshoot meme yang diunggah Hitler ke luar,” ungkap Slamet saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Menurut Slamet, sudah mendapat sejumlah keterangan dan informasi bukti adanya dugaan penyebaran tangkapan layar meme yang diunggah. “Kita sudah dapat beberapa info dan keterangan. Semua unggahan korban sedang kamu dalami dan identifikasi. Tersangka lain secara akan kita proses. Kita akan umumkan pada waktunya,” pungkas Slamet.

Dua Pengeroyok Ditetapkan Tersangka

 POLRES Karawang tetapkan N dan AM sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap anggota DPRD Karawang dari Partai Demokrat, Hitler Nababan di ruangan Muspida DPRD Karawang, Selasa (22/5). Mereka terekam video ketika melakukan pemukulan.

“Menetapkan N dan AM sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 7 orang yang berada dilokasi kejadian serta alat-alat bukti seperti video,” kata Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya kepada wartawan, Rabu (23/5).

Slamet mengatakan, untuk saat ini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan. Keduanya melakukan tindak pidana itu merupakan perbuatan yang bersifat pribadi jadi tidak terkait dengan institusi, tidak terkait dengan perusahaan, tidak terkait dengan ormas apapun.

“Kedua tersangka belum kami ditahan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kita memiliki waktu 1 kali 24 jam bagi penyidik untuk memutuskan untuk menahan tersangka tidak,” ungkapnya.

Perbuatan kedua tersangka telah memenuhi unsur yang disangkakan dalam pasal 170 KUHP. “Perbuatan yang disangkakan kepada pelaku merupakan tindak pidana melakukan kekerasan secara bersama-sama,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Karawang amankan empat orang yang diduga dalang pengeroyokan Hitler Nababan, anggota DPRD Karawang dari fraksi Partai Demokrat. Keempatnya terlihat digiring petugas usai keributan yang terjadi di Gedung Paripurna DPRD Karawang, Selasa sore (22/5).

Berdasarkan pantauan dilapangan, polisi yang berpakaian preman membawa empat pria itu ke dalam minibus berwarna putih. “Saat ini empat orang kita amankan di Polres. Sedang kita periksa,” kata Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya melalui pesan singkat.

Keempatnya diduga sebagai pelaku pemukulan terhadap Hitler.

“Kami siap memberikan pelayanan hukum kepada empat anggota FPI yang diamankan polisi,” ujar Yono Kurniawan, pengacara empat anggota FPI melalui sambungan telepon.

Sebelumnya sejumlah massa mendatangi Gedung Paripurna DPRD Karawang pada Selasa (22/5). Mereka mendatangi ruang fraksi Partai Demokrat untuk mencari Hitler Nababan.

Hitler kemudian bersedia menemui massa untuk memberikan klarifikasi. Namun situasi tak terkendali saat massa bertemu Hitler di Gedung Paripurna DPRD Karawang.

Seorang massa kemudian melayangkan tendangan ke arah Hitler. Disusul bogem dari massa, Hitler mundur hingga tersungkur. Hitler yang ditemani seorang staf DPRD tak berdaya saat puluhan orang merangsek ke dalam ruangan. Meski dilerai sejumlah orang, massa tak terkendali dan mengeroyok Hitler hingga babak belur. (rie)