Setengah Hati Tindak Pindo II

Setengah Hati Tindak Pindo II

98
0
TINJAU LANGSUNG: Bupati Karawang Cellica Nurrchadianna didampingi Kapolres dan Dandim meninjau langsung lokasi kebocoran gas.
BERBAGI

Cellica Janji Terjunkan Auditor Lingkungan Independen

KARAWANG – Kasus keracunan 16 warga Dusun Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel akibat gas clorin PT Pindo Delli II menjadi momentum penindakan dan evaluasi bagi para perusahaan yang kerap mencemari lingkungan. Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana berjanji akan terjunkan tim auditor independen ke PT. Pindo Deli II untuk memeriksa instalasi yang terpasang di pabrik kertas itu. Meski di saat yang bersamaan justru pernyataan antiklimaks kembali terucap

“Saya langsung turun ke lokasi pabrik bersama pak Kapolres dan pak Dandim. Ini untuk memastikan ada apa sebenarnya di sana (Pindo Deli II). Saya sempat minta MAP instalasi yang terpasang di situ. Ternyata sudah karatan,” kata Cellica sambil berlanjut mengatakan, “Katanya mereka (pihak pabrik) mau mengganti instalasi itu bulan Juni mendatang,” ucapnya.

Cellica mengatakan, untuk kasus keracunan ini ada 16 orang warga di sekitar pabrik tersebut, yakni Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel menjadi korban. Proses penyidikan pihaknya menyerahkannya ke Polres Karawang. Sedangkan pihaknya akan lebih ke arah melakukan kajian ulang terhadap semua perijinan. Yaitu untuk memastikan, masih layak atau tidak Pindo Deli II tetap beroperasi. Termasuk mempertimbangkan 700-an buruh yang bekerja di pabrik ini.

Sementara itu, Kapolres Karawang,  AKBP Slamet Waloya, menuturkan sedikitnya 16 warga mengalami keracunan akibat kebocoran caustic soda di PT Pindo Deli Pulp And Paper Mils 2. Sejumlah keterangan saksi dan korban sudah dimintai keterangan. Kepolisian untuk melakukan pengembangan kasus kebocoran gas yang terjadi berulangkali.

“Kita masih selidiki, apakah kasus ini memang ada kelalaian atau tidak. Sejumlah keterangan masih kita kumpulkan. Ini kejadian yang sudah berlangsung kesekian kalinya,” pungkasnya.

DLHK Malah Tempuh Jalan Halus

BERULANG kali gas beracun bocor sebabkan keracun, berulang kali diklarifikasi. Hal ini yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang. Kepada awak media, untuk kesekian kalinya, tangan pemerintah daerah untuk perawatan lingkungan hidup ini memilih jalan halus menyikapi PT Pindo Deli Pupl an Paper Mills II.

“Kami sudah menerima tembusan dari pihak Pindo Deli II mengenai kronologis kejadian yang membuat warga di sekitarnya (Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel) kembali mengalami keracunan. Makanya besok kami panggil mereka ke DLHK untuk adu argumentasi dengan tim teknis kami,” ujar Kepala DLHK, Wawan Setiawan, Rabu sore kepada awak media (16/5).

Sementara dari hasil temuan tim wasdal (pengawasan dan pengendalian) di lapangan beberapa saat setelah warga kembali keracunan, Wawan katakan, ditemukan ada kran di pabrik diduga mengalami bocor selama kurang lebih 15 menit.

“Sehingga cairan tersebut menyatu ke WTP yang sedang mengolah air yang sifatnya asam bercampur menjadi clorin,” ungkapnya.

Guna memastikan kejelasan atas kondisi di lapangan seperti itu, Wawan kembali menandaskan, pihaknya menunggu hasil klarifikasi dari tim Pindo Deli II. Kemungkinan mengenai sanksi, jika temuan pihaknya punya kekuatan bukti, Wawan bilang, acuannya akan merujuk ke Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Sanksi itu bisa berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan ijin, atau pencabutan ijin. Kalau sanksi terberat dengan pencabutan ijin, itu harus melalui sidang pengadilan. Apabila terbukti ada kelalaian, ya paling kami mengambil tindakan ke pembekuan ijin. Setelah ada klarifikasi dari pihak Pindo Deli, nanti kami buat kesimpulan,” ujar Wawan. (rie/mhs)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY