DMS Bersama Ribuan Warga Indramayu Nyalakan 1000 Lilin

DMS Bersama Ribuan Warga Indramayu Nyalakan 1000 Lilin

AKSI KEPRIHATINAN. Anggota DPR RI Daniel Muttaqien Syafiuddin (kedua dari kanan) tampak ikut menyalakan lilin bersama ribuan warga dan pemuda di Tugu Perjuangan Indramayu, selama malam (15/5). Mereka mengutuk dan mengecam aksi teroris di Surabaya yang merenggut nyawa orang tak berdosa. //FOTO : IST//

382
0
BERBAGI

Gelar Aksi Keprihatinan di Tugu Perjuangan Sambil Kecam Teroris

INDRAMAYU  – Anggota DPR RI Komisi V Daniel Muttaqin Syafiuddin ST (DMS) bersama ribuan warga Kabupaten Indramayu menggelar aksi keprihatinan terhadap terjadinya teror bom yang terjadi di Surabaya.

Aksi keprihatinan dilakukan dengan menyalakan 1.000 lilin dan doa bersama di Tugu Perjuangan Kabupaten Indramayu, Selasa malam (15/5).

Mereka turut berduka atas jatuhnya korban nyawa atas tindakan biadab para teroris. Warga kota mangga mengecam dan mengutuk keras para pelaku teror.

“Masyarakat Indramayu, terutama anak-anak muda tidak takut menghadapi aksi teror,” ujar Daniel dalam sambutannya pada aksi keprihatinan itu.

Wakil rakyat dari dapil Indramayu dan Cirebon ini, menilai dengan banyaknya anak muda yang hadir dalam aksi keprihatinan itu, menunjukkan anak-anak muda didaerahnya memiliki empati dan simpati yang tinggi terhadap para korban tragedi bom Surabaya.

Politisi nasional dari partai Golkar ini mengungkapkan, tidak ada agama yang mengajarkan kebencian, apalagi Islam. “Agama Islam itu rahmatan lilalamin. Dimana kita diajarkan untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama,” tegasnya.

Dalam Aksi keprihatinan yang dimulai sekitar pukul 20.30 itu, ribuah warga yang didominasi anak muda itu menyalakan 1.000 lilin dan doa bersama dengan hidmat.

Karyana Tukul selaku korlap Aksi Keprihatinan 1000 Lilin, mengungkapkan, aksi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indramayu bersimpati dan berempati kepada para korban tragedi bom di Surabaya. Selain itu, aksi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indramayu tidak takut terhadap para teroris.  “Tidak ada satupun ajaran agama yang mengajarkan aksi terorisme,” jelas Karyana.

Karyana pun mengajak para peserta aksi untuk menggunakan media sosial (medsos) secara bijak dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian dan hoax. Peserta aksi juga diminta tidak menyebarluaskan foto-foto tragedi bom. “Itu salah satu cara melawan teroris”, tukas Karyana.

Hadir juga pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat. Orang nomor satu di legislatif kota mangga itu menegaskan, atas nama pribadi dan lembaga, dia mengutuk tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo.

“Aksi itu memecah belah kedamaian dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” tegas Taufik.

Taufik pun meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Indramayu untuk waspada terhadap aksi terorisme. Dia juga mengajak masyarakat agar bersama-sama dengan polisi, TNI, tokoh agama serta tokoh masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing agar tragedi bom tidak terjadi di Indramayu.

Elemen masyarakat yang hadir dalam aksi keprihatinan itu, sepakat untuk bijak menggunakan media sosial dalam menyikapi terjadinya aksi terorisme.(mak)