Emil Blusukan, Demul Kuatkan Jaringan

Emil Blusukan, Demul Kuatkan Jaringan

49
0
Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil
BERBAGI

KARAWANG – Akhir pekan kemarin dua kontestan Cagub Cawagub Jawa Barat berkunjung ke Karawang. Cagub nomor urut satu Ridwan Kamil (RK) blusukan ke sejumah titik di Karawang, sedangkan Cawagub nomor urut empat melakukan konsolidasi bersama para kader Partai Golkar dalam acara orientasi fungsionaris se Jawa Barat.

Dalam salah satu lawatannya, tepatnya di Kediaman Ketua DPC PKB Karawang yang juga Wabup Karawang, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari, Dusun Poponcol, Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Emil menjanjikan akan membangun Creative Center untuk para pemuda Karawang seperti halnya yang pernah ia bangun di Kota Bandung.

Selain mengunjung kediaman Jimmy, Emil juga blusukan ke sejumlah titik lain. Salah satunya Rengasdengklok. Di sela-sela kunjungannya ke Rengasdengklok, Emil juga menyempatkan menengok seorang tokoh masyarakat yang sedang sakit di Dusun Blokkraton Desa Rengasdengklok Selatan dan menyambangi Pondok Pesantren Nurul Aitam yang berlokasi di Desa Karyasari Kecamatan Rengasdengklok.

Sementara itu Jumat (11/5) malam juga di Karawang, Dedi kepada para fungsionaris Partai Golkar se Jawa Barat mengingatkan, kemenangan Golkar dalam hajatan Pemilukada maupun Pileg sangat ditentukan oleh dua hal yakni  kemampuan individu para  kader dan kolektivitas partai.

“Kemenangan kita itu sekarang ditentukan kemampuan individu kader dan kolektivitas partai,” ucap Dedi.

Menurutnya, Golkar saat ini harus bekerja keras untuk meraih kemenangan. Sehingga ia meminta seluruh kader partai berlambang pohon beringin ini untuk pandai membangun jaringan tak hanya mengandalkan kolektivitas partai, melainkan juga secara individual.

“Kritikan tajam saya kepada kader agar pandai membuat jaringan di lingkungannya, sehingga suara Golkar dapat diraih maksimal, jangan cuma pandai mengumpulkan orang,” tegas Dedi

Menurut Dedi, zaman sekarang yang telah berubah sehingga membuat kader harus bersikap kritis dalam menyikapi persoalan bangsa.

Dedi juga mengkritisi kadernya selama ini yang pandai membuat kerumunan tetapi tidak pandai dalam membuat jaringan.

“Kritikan tajam saya kepada kader agar pandai membuat jaringan di lingkungannya, sehingga suara Golkar dapat diraih maksimal, jangan cuma pandai mengumpulkan orang,” tegas Dedi. (gie/mhs)