Subang Utara Lebih Kaya

Subang Utara Lebih Kaya

69
0
JALAN TERUS. Para tokoh dan aktivis Subang Utara yang mendeklarasikan Kabupaten Subang Utara. HARUN KBE
BERBAGI

Pemekaran Keinginan Rakyat Pantura

PAMANUKAN–  Potensi alam wilayah utara Kabupaten Subang sangat kaya dan potensial. Selain garis pesisirnya yang mempunyai potensi perikanan dan minyak bumi, Subang Utara juga dinilai sebagai kawasan indsutri masa depan di Jawa Barat.

Apalagi jika Pelabuhan Patimban sudah operasional, tentu saja berbagai kemajuan Kabupaten Subang akan tumbuh di segala sektornya.

Sementara itu kontroversi Deklarasi Pemekaran Subang Utara yang digelar baru-baru ini dinilai terus bergulir. Ada yang menilainya sebagai mainan politik jelang pilkada, tapi tak sedikit yang menilai sebagai keinginan rakyat Pantura dan tidak ditunggai oleh partai politik.

Lili Rusnali, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Subang membantah deklarasi tersebut ditunggangi elit politik.
“Deklarasi Pemekaran Kabupaten Subang adalah keinginan rakyat, dan tidak ada kaitannya dengan partai politik. Karena gagasan tersebut suatu keharusan. Karena Pantura sudah layak dan mampu. Karena Pantura Subang memiliki sumber daya alam yang melimpah,” tandas Lili kepada KBE, kemarin saat menanggapi munculnya tudingan politisasi Pantura jelang Pilbup Subang.
Sementara Susanto HS, Panitia Deklarasi kepada KBE juga menilai, kontroversi  yang saat ini muncul di tengah masyarakat Subang adalah hal wajar. Tapi yang jelas, kata dia, keinginan masyarakat Pantura tidak berubah.

“Kemarin kan lihat sendiri ada ribuan orang yang hadir. Ini menandakan gagasan tersebut memiliki dukungan,” ungkap Santoso.

Ditambahkan, terlepas adanya pro dan kontra yang saat ini sedang terjadi deklarasi tanggal 9 itu baru sebuah gagasan dan masih jauh tahapannya untuk sampai menjadi Kabupaten Subang Utara.

“Gagasan ini masih melalui proses-proses lain yang harus ditempuh. Baik secara prosedural ataupun aturan. Deklarasi kemarin tujuannya hanya ingin mengaungkan suara rakyat Pantura tentang aspirasi pemekaran itu. Dan rakyat menginginkan adanya Kabupaten Subang Utara,” tandas Santoso.

Santoso juga mempertanyakan pihak yang tidak mendukung pemekaran. “Dimana sisi salahnya. Sebenarnya saya tidak paham yang kontra, dimana letaknya,” tanya Santoso.

Sementara terkait adanya salah satu calbup  dan calon gubernur yang hadir dalam acara tersebut, Susanto mengatakan bahwa dua tokoh yang hadir di acara deklarasi hanya spontan.

“Kita selaku panitia tidak mengundang keduanya. Yang kita undang itu Plt. Bupati, dan saya juga merasa heran kenapa Plt Bupati dan Camat yang kita undang tidak hadir. Ini yang menjadi pertanyaan besar saya,” ungkap Santoso.
Dijelaskan juga, dari pihak panitia juga sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Polsek setempat dan Polres Subang.

“Kalau koordinasi dengan Polres itu izin rame-rame, sudah kita beritahu ke Polsek dan perintah Polsek ke Polres. Dan surat pemberitahuan sudah prosedural dan sudah kita jalankan dengan mengirim surat pemberitahuan,” jelasnya.
Ditandaskan Santoso, pemekaran Kabupaten Subang adalah murni keinginan rakyat. Jika ada opini yang setuju dengan pemekaran dipersilahkan, yang tidak setuju pun silahkan. “Saya tetap di pihak rakyat untuk Subang Utara,” tandas Santoso.

Ruhimat:  Saya Hadir Hanya Kebetulan

SEMENTARA Calon Bupati Subang H Ruhimat yang ikut hadir saat Deklarasi Pemekaran Kabupaten Subang Utara beberapa waktu lalu mengaku kehadirannya hanya kebetulan.
Dijelaskan Ruhimat, dirinya hadir di acara tersebut hanya waktu kebetulan saja dan tidak ada rencana apapun.
“Saya sih hanya sebatas hadir. Dan tu tidak sengaja , karena waktu itu zona kampanye saya di wilayah sana  (Pusakajaya). Kebetulan ada info juga ada kumpul-kumpul massa, ya sudah kenapa tidak saya datang kesana. Jadi saya tidak sengaja untuk datang,” tandas H. Ruhimat  kepada KBE, kemarin.
Sementara saat ditanya apakah mendukung pemekaran, Ruhimat mengamininya.  “Pemekaran itu sah-sah saja jika masyarakat Pantura mintanya seperti itu. Dan saya pikir tidak menganggu masyarakat Subang lainnya. Dalam artian tidak menganggu APBD, dan saya setuju-setuju saja,” tandasnya. (hrn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY