Mahasiswa Bantu Mengajar

Mahasiswa Bantu Mengajar

62
0
SD TERPENCIL. Para mahasiswa HMI Karawang membantu mengajar di SDN Kutamekar  I Kecamatan Cimapel yang kekurangan tenaga pengajar. CR10/KBE
BERBAGI

SD Kutamekar  I Dibiarkan Rusak dan Kekurangan Guru

KARAWANG – Kurang terurusnya salah satu sekolah dasar (SD)  di Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang, memanggil para mahasiswa Karawang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk membantu pengajaran.

Sebenarnya sekolah yang berlokasi di pelosok Desa Kutamekar tersebut adalah satu-satunya sekolah yang memberikan harapan untuk anak-anak yang tinggal di perkampungan tersebut. Hanya saja kekurangan fasilitas dan pengajar menjadi hambatan utama keberlangsungan pendidikan di kampong ini.

Ali Mubarak, salah seorang mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menerangkan,  awal mula mereka ingin membantu mengajar di sekolah yang tidak layak.

“Waktu kami Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2017 kemarin, kami mendapati bahwa ada salah satu sekolah di Desa Kutamekar yang sangat tidak layak pakai dari segi bangunan, juga dari segi kurangnya tenaga pengajar. Karena itu kami tergerak untuk terus membantunya” ujarnya kepada KBE, kemarin.

Dijelaskan, ada sekitar 6 orang mahasiswa HMI dari berbagai fakultas yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Para mahasiswa itu datang mengajar secara bergantian mengisi jam-jam belajar para siswa.

Kehadiran para mahasiswa itu tentu saja mendapat sambutan positif dari warga dan para guru di sekolah itu.

Fatma, salah satu guru mengatakan, selama ini banyak permasalahan mengajar di sekolahnya. Antaranya akses jalan yang jauh, kurangnya tenaga pendidik dan bangunan sekolah yang tidak layak.
“Untuk mengajar saja saya selalu harus berangkat subuh dari tempat saya tinggal sekarang.  Sementara bangunan yang tidak layak ini terkadang manjadi hambatan ketika mengajar. Apalagi waktu hujan turun,” terangnya.

Masih kata Fatma, akses jalan yang juga masih menjadi permasalahan besar bagi para siswanya. Malah terkadang dalam seminggu hanya dua sampai tiga kali kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Memang letak sekolah ini ada di tengah-tengah perkampungan. Jadi masih harus membutuhkan waktu untuk sampai di sekolah,” ujarnya.
Fatma juga mengaku sangat terbantu atas kehadiran para mahasiswa dari Karawang yang ikut mengajara pada siswa didiknya.

“Terima kasih pada para mahasiswa yang sudah mau menyumbangkan ilmunya untuk membantu pengajaran di sekolah kami yang serba kekurangan ini,” ujarnya.

Sementara Ahmad Sobirin yang juga salah seorang mahasiswa  HMI menjelaskan, untuk menindaklanjuti programnya dalam membantu tenaga pengajar di SDN Kutamekar ia dan mahasiswa lainnya secara bergiliran membantu mengajar di sekolah tersebut.

“Kami akan membuat program untuk seluruh anggota HMI secara bergiliran mengajar di SDN Kutamekar,” katanya lagi.

Sementara itu selama kurun satu tahun setelah Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa selesai, memang sudah ada beberapa bantuan dari pihak swasta untuk sekolah tersebut, tetapi yang sangat disayangkan oleh pihak pengajar dan mahasiswa khususnya adalah sama sekali tidak adanya bentuk perhatian dari dinas terkait dalam hal pendidikan di Kabupaten Karawang. (cr10)