Pantura Minta Pisah

Pantura Minta Pisah

105
0
SUBANG UTARA: Deklarasi Pemekaran Kabupaten Subang yang digelar di Lapangan Bola Kebon Danas Kecamatan, Pusakajaya, dihadiri sejumlah tokoh. HARUN/KBE
BERBAGI

Sejumlah Tokoh Deklarasi Kabupaten Subang Utara

PUSAKAJAYA – Isu pemekaran Kabupaten Subang Utara yang sempat tenggelam beberapa tahun silam, kini kembali mengemuka. Isu itu muncul lagi bertepatan dengan Pilkada Subang yang sebentar lagi digelar.

Kamis (10/5), sejumlah tokoh Pantura Subang mulai berkumpul lagi dan berani angkat bicara tentang isu tersebut di depan masyarakat Pantura.
Berpusat di Lapangan Bola Kebon Danas Kecamatan Pusakajaya, Deklarasi Pembentukan Kabupaten Subang Utara berlangsung meriah. Deklarasi juga diwarnai jalan santai dan dihadiri ribuan warga dan tokoh Pantura Subang.

Para tokoh yang hadir antara lain Haji Lili Rusnali yang merupakan Ketua Apdesi Kabupaten Subang, Eep Hidayat Ketua NasDem Kabupaten Subang, Bambang Herdardi, mantan Ketua DPRD Subang dan Haji Ruhimat, calon Bupati Subang.

Hadir juga selain unsur LSM, Ormas dan Karang Taruna dari Subang Utara.
Dalam orasinya, sejumlah tokoh yang hadir, sepakat bahwa pemekaran Kabupaten Subang Utara bertujuan untuk meratakan pembangunan. Karena dinilai pembangunan adalah strategi percepatan kemajuan Subang bagian utara.

Menurut Bambang Herdadi, pemekaran Kabupaten Subang akan menjadi inspirasi bagi masuknya investasi untuk menanam modal dan menjadi inspirasi untuk membuka rekrutmen tenaga kerja.

“Anntara lain akan ada rekrutmen PNS untuk posisi pemerintahan baru. Gagasan ini menjadi inspirasi untuk terus berjuang bagaimana niatan kita untuk Subang Utara untuk terus bergelora agar terwujudnya Kabupaten Subang Baru” kata Bambang Herdadi.

Hal yang sama diungkapkan Haji Lili Rusnali,  Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Subang. Ia mendukung Pemekaran Kabupaten Pantura sepanjang keinginan murni masyarakat Pantura.

“Saya mendukung pemekaran Kabupaten Subang Utara dari sisi finansial, moral dan material,” tandas Lili.

Ditambahkan Lili, selama pemekaran tidak ada kaitannya dengan politik dan murni aspirasi masyarakat, ia akan terus maju berjuang bersama masyarakat Pantura agar tercapainya gagasan Pemekaran Kabupaten Subang itu.

“Secara dukungan deklarasi pemekaran ini saya penyumbang terbesar, baik finansial dan moril,” akunya.

Sementara Haji Ruhimat, yang merupakan calon Bupati Subang nomor urut 1 yang juga hadir menyambut gembira gagasan tersebut.

Bahkan dirinya sangat mendukung Subang dimekarkan menjadi dua.

“Kalau saya lihat, ini sangat mengembirakan untuk cepat terealisasi. Pada prinsipnya ini kan demi warga Pantura. Insya Alloh saya sangat mendukung,” kata Haji Ruhimat.
Hal senada diungkapkan mantan Bupati Subang Eep Hidayat. Ketua Partai NasDem itu juga menyatakan mendukung gagasan itu.

“Namanya perjuangan tidak mengenal waktu, tidak mengenal lelah. Masyarakat di Subang Utara harus terus bergerak dan saya punya keyakinan akan Kabupaten Subang mekar menjadi dua,” ucap Eep Hidayat.

Ia juga menjelaskan, pemekaran Kabupaten Subang sudah waktunya dilakukan, Hal ini untuk percepatan pembangunan di kawasan itu.

Sementar hal senada juga dikatakan Dadang Juanda, Panitia Deklarasi Pemekaran Subang Utara.

Dadang mengatakan, Subang bagian utara menuntut agar pemerintah bisa memenuhi tuntutan masyarakat itu.

“Tuntutan pemekaran Subang Utara bukan tanpa alasan. Berawal dari permasalahan yang sering dihadapi warga di Subang Utara, kondisi desa mereka kurang mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Subang. Wilayah Subang Utara jauh dari pusat pemerintahan di Kota Subang. Karena itulah kami perlu pemerataan pembangunan,” kata lelaki yang biasa disapa DJ
tersebut.

Deklarasi yang dihadiri ribuan warga juga juga dihadiri calon Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (hrn)