Lawan Polisi Pakai Sangkur, Residivis Curanmor Ditembak Mati

Lawan Polisi Pakai Sangkur, Residivis Curanmor Ditembak Mati

534
0
BERBAGI
KARAWANG – Polres Karawang tembak mati salah satu pentolan kelompok Jawa yang sering beraksi di tiga daerah (Karawang, Bekasi dan Jakarta). Ali Maksum (55) menjadi pelaku curanmor ke 16 yang ditindak tegas (tewas), karena berusaha melawan polisi saat akan ditangkap.
“Pelaku adalah kelompok Jawa. Dulu dia tinggal di Cilincing. Pelaku kerap operasi di Jakarta, lalu pindah ke Bekasi, akhir-akhir ini mereka pindah ke Karawang,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan saat ekspos kasus tersebut di Kamar jenazah RSUD Karawang, Minggu (6/5).
Labjut Hendy, Ali dikenal sebagai begal senior di kelompoknya. Begal-begal yang lebih muda kerap memanggilnya “ayah”. Ali adalah yang paling tua di kelompoknya. Ia merekrut sejumlah pemuda dari Blora. “Komplotan yang dipimpin pelaku disebut kelompok Jawa karena berasal dari Blora, Jawa Tengah. Jumlahnya 5 orang, setiap beraksi mereka bergantian dan berbagi peran,” jelasnya.
Menurut Hendy, jam terbang tersangka ini di dunia kriminal dikenal lihai. Beberapa waktu lalu, tersangka dan anak buahnya tercatat 10 kali beroperasi di Jakarta dan Bekasi. Jenis motor favorit mereka adalah motor matic. Mereka kerap mengincar motor yang sedang terparkir di tempat umum.
“Tersangka menjual motor curian dari Jakarta ke Kampung Dongkal, Kecamatan Pedes. Kampung itu dikenal sebagai salah satu kampung begal, pusat praktik penadah motor curian di Karawang. Untuk sementara, penadahnya sedang kami kejar,” ujarnya.
Hendy mengatakan, terakhir pelaku beraksi di Kampung Lamaran, RT03 RW06, Kelurahan Palumbonsari, Karawang Timur pada (26/4). Saat akan ditangkap dirumahnya di Dusun Bedeng, Kecamatan Tempuran, tersangka mematikan listrik, kemudian petugas lalu mencoba menyalakan meteran listrik. “Saat menyalakan meteran listrik, tersangka tiba-tiba menyerang petugas dengan sebilah sangkur, sehingga terpaksa ditembak. Petugas lalu membawa yang bersangkutan ke rumah sakit. Nyawanya tak tertolong saat di perjalanan,” ungkapnya.
Untuk barang bukti, 1buah Kunci letter T, 11 buah anak kunci, 1 buah kunci magnet (kunci seribu), 1 buah kunci motor, 1 unit ranmor R2,(sebagai sarana untum melakukan aksinya), serta 1 buah golok yang digunakan tersangka untuk melawan petugas pada saat akan dilakukan penangkapan.
“Tersangka ini merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama dan menjalani hukuman selama 2,5 tahun di Lapas Bulakapal, Bekasi,” pungkasnya. (rie)