Cair 20 Persen, Cukup Beli Matrial 

Cair 20 Persen, Cukup Beli Matrial 

69
0
BERBAGI

PURWAKARTA – Progres pencairan Dana Desa ( DD ) Tahun Anggaran ( TA) 2018 dengan sistem prosentase 20 – 40 – 40 persen dirasa dianggap terlalu membinggungkan. Dengan sistem tahapan pencairan awal 20 persen kades harus berpikir keras agar dana sebesar itu bisa dialokasikan sesuai dengan progres.

Sehingga dana pencairan tahal awal 20 persen hanya cukup untuk dibelikan bahan matrial sesuai kebutuhan. Namun, belum bisa dikerjakan, pasalnya dana 20 persen dari total keseluruhan tidak mencukupi jika harus dialokasikan untuk pelaksanaan.

“Tahap awal 100 juta lebih, dana sebesar ini dibelanjakan untuk pipa sebanyak 5 buah, dengan diameter 12 in’, dan pekerjaan nunggu tahap kedua, ”  ujar Wahyu Kades Salam Mulya Kecamatan Pondoksalam.

Sesuai rencana kata dia, pipa paralon nantinya akan manfaatkan sebagai matrial pembuatan irigasi dengan sistem paralonisasi dengan panjang sekitar 100M2.

“Jika tidak dilakukan irigasi paralonisasi seperti ini kuatir bakal jebol lagi tidak kuat menahan derasnya air, “kata dia.

Jangan Diborongkan
Memang dengan progres pencairan DD dengan tiga tahapan diawal 20 persen dirasa tidak akan mencukupi. Namun memang sebaiknya kades juga harus cerdas dalam mengalokasikan dana desa tahap awal, sehingga dana sebesar 20 persen benar – benar bisa terserap sesuai dengan peruntukan.

“Harus tepat sasaran, jangan ada penyalagunaan, ” ujar H Oja Sutisna Anggota DPRD Kab Purwakarta Fraksi Golkar, Minggu ( 29/4/2018).

Ia tegaskan, jangan ada yang ditutupi berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan bersumber dari alokasi DD, selain harus tepat waktu dan guna, jugs harus transparan.

Demikian disampaikan H Oja Sutisna, menurut anggota DPRD Kabupaten Purwakarta fraksi Golkar ini sebaiknya semua berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan pembangunan alokasi dari dana desa jangan melibatkan pihak ketiga.

Ia katakan sebaiknya para kades mengajak dan melibatkan tokoh masyarakat termasuk memberdayakan Bumdes, dengan demikian rasa tanggungjawab hasil pekerjaan lebih dijamin ketimbang dilaksanakan pihak ketiga. ”

“Kenapa harus diborongkan, jika hasilnya tidak sesuai dengan ketentuan yang repot ya kades kades juga, ” kata H Oja yang juga pengusaha ekspor Manggu alias Manggis.(ctr).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY