Amandel? Radang Tenggorokan? Salah Kaprah dan Segudang Pertanyaannya

Amandel? Radang Tenggorokan? Salah Kaprah dan Segudang Pertanyaannya

773
0
dr. Nevin Chandra Junarsa SpA. Mkes
BERBAGI

Istilah amandel seringkali disebutkan dan dikeluhkan orangtua kepada dokter saat anaknya sedang sakit. Orangtua sering bertanya apakah anaknya punya atau menderita penyakit amandel. Sebenarnya pertanyaan tersebut kurang tepat atau salah kaprah. Pada kesempatan ini saya akan sedikit berbagi mengenai apa itu amandel dan beberapa pertanyaan yang sering diajukan orangtua mengenainya.

Apa itu amandel, dan radang tenggorokan? Apa bedanya?

Istilah amandel sebenarnya bukan merujuk pada penyakit. Amandel adalah suatu jaringan limfoid yang disebut juga dengan istilah tonsil. Amandel/tonsil merupakan kelenjar berbentuk oval yang terdapat di bagian belakang tenggorokan. Terdapat 2 tonsil pada setiap anak yaitu tonsil kanan dan kiri. Tonsil berfungsi sebagai sistem imun, pertahanan terhadap infeksi yang masuk melalui mulut atau tenggorokan.

Sedangkan radang tenggorokan adalah istilah yang digunakan untuk semua peradangan yang terjadi di daerah tenggorokan, salah satunya peradangan tonsil (disebut tonsillitis). Tonsilitis atau radang tenggorokan inilah yang menyebabkan keluhan pada anak seperti demam, pusing, mual, nyeri menelan, batuk, dll.

Jadi jangan sampai salah kaprah. Setiap anak memiliki amandel, sama seperti kita menyebut anak kita memiliki tangan atau kaki. Jadi normal apabila anak memiliki amandel, justru tidak normal apabila anak kita tidak memiliki amandel.

Yang menjadi masalah buat anak kita adalah apabila amandel anak kita mengalami peradangan atau infeksi (tonsillitis) sehingga ukurannya membesar, bengkak, dan berwarna kemerahan, atau terkadang disertai bintik bercak keputihan.

Kenapa amandel anak kita bisa menjadi besar? Apakah bisa mengecil kembali?

Pada infeksi atau radang tenggorokan akut, tonsil mengalami pembesaran, bengkak dan menjadi kemerahan. Hal ini disebabkan karena jaringan tonsil sedang aktif melawan infeksi. Apabila infeksi dan radang tersebut sembuh, ukuran dan warna tonsil akan kembali ke ukuran normal.

Namun pada radang tenggorokan yang sering dan berulang atau berkepanjangan (kronis), ukuran tonsil ini semakin besar seiring berjalannya infeksi dan tidak dapat kembali keukuran normal. Istilah untuk proses pembesaran ukuran tonsil ini disebut hiperplasia atau hipertrofi tonsil.

Bagaimana penanganan radang tenggorokan dan tonsilitis? Apakah memerlukan antibiotik?

Penanganan radang tenggorokan bersifat suportif, yaitu mengobati gejala yang ditimbulkan. Untuk demam dapat diberikan obat penurun panas, untuk batuk dan pilek dapat diberikan obat batuk pilek sesuai anjuran dokter. Untuk nyeri menelan dapat diberikan tablet hisap, obat semprot tenggorokan untuk mengurangi nyeri atau dengan kumur air garam.

Selain mengobati gejala, kuman penyebab radang tenggorokan ini pun harus diatasi.

Pada radang tenggorokan yang disebabkan virus, akan sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih 1 minggu. Sedangkan pada radang yang disebabkan bakteri harus diberikan antibiotik dengan pengawasan dokter.

Kapan suatu amandel perlu dilakukan operasi pengangkatan?

Tindakan operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) adalah tindakan bedah untuk mengangkat jaringan limfoid (tonsil). Tindakan operasi ini tidak dapat sembarang dilakukan, dan memerlukan penilaian yang sangat hati-hati dan teliti. Untuk tindakan dan indikasi operasi ini membutuhkan konsultasi dengan dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).

Tindakan ini harus melihat dari segi manfaat dan risiko tindakan yang ditimbulkan.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dilakukan tindakan tonsilektomi:

  • Infeksi amandel (tonsillitis) berulang yang sering (hampir setiap bulan) dan berulang sering selama 2 tahun berturut-turut
  • Terdapat hambatan jalan napas: napas mengorok berat atau terjadi sumbatan jalan napas saat tidur sehingga anak sempat seperti hilang napas kemudian terbangun tiba-tiba (obstructive sleep apneu syndrome)
  • Kesulitan menelan
  • Hiperplasia atau hipertrofi tonsil yang sangat besar

Bagaimana mencegah amandel anak kita tidak membesar? Apakah ada pantangan yang harus dihindari?

Jawaban dari pertanyaan ini sangat mudah tapi cukup sulit pelaksanaannya. Yaitu dengan mencegah terjadinya radang tenggorokan pada anak kita. Hal ini dilakukan dengan menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi anak dengan baik.

Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu radang tenggorokan, seperti makanan dan minuman yang terlalu manis, terlalu dingin dan panas saat dikonsumsi, makanan pedas, makanan menggunakan bahan kimia dan pengawet, makanan yang digoreng berkali-kali atau menggunakan minyak goreng yang sudah dipakai berulang-ulang.

Biasakan banyak minum air putih biasa atau hangat terutama setelah mengkonsumsi makanan manis seperti coklat, permen, es krim atau goreng-gorengan.

Selain itu daya tahan tubuh anak harus dijaga dan ditingkatkan dengan makan makanan bergizi dan sehat serta menjaga higiene.

Pencegahan ini sangat penting karena semakin sering radang amandel terjadi, ukuran amandel semakin lama semakin besar dan semakin sensitif sehingga semakin mudah terkena radang. Setelah radang, amandel bertambah besar dan semakin sensitif dan seterusnya. Hal ini seperti lingkaran yang tidak ada habisnya sehingga bisa berujung pada komplikasi dan memerlukan tindakan pengangkatan.

Semoga bermanfaat, salam sehat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY