Polisi Ringkus 10 Bandar Narkoba

Polisi Ringkus 10 Bandar Narkoba

174
0
DITANGKAP. Para bandar narkoba digiring aparat Polres Karawang menuju sel besi setelah ekspos di Mapolres, kemarin (26/4). Dari 10 bandar ini, 4 orang diantaranya masuk dalam pengendar narkoba jaringan Aceh. ARIE FIRMANSYAH / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

Empat Pelaku Masuk Jaringan Aceh

KARAWANG – Sepuluh bandar narkotika, berhasil diringkus Polres Karawang dalam dua minggu terakhir di bulan April ini. Barang bukti yang diamankan selama dua pekan seberat 81,12 gram, 1 butil pil ekstasi dan uang Rp 5 juta diduga hasil transaksi.

Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras anggota Satres Narkoba Polres Karawang dalam dua pekan terakhir ini yang menangani sekitar 10 laporan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Yang paling menonjol adalah penangkapan bandar narkoba jaringan Aceh. Empat tersangka sekaligus kami amankan. Kami akan buru terus kelompok jaringan ini hingga menangkap bandar besarnya,” tegas Kapolres wartawan Karawang Bekasi Ekspres, kemarin (26/4).

Lanjut Hendy, latar belakang para pengedar ini mayoritas karyawan atau buruh. Untuk sasaran peredaran rekan kerja maupun tetangga atau teman yang sudah mereka kenal. Supaya aksi mereka aman dalam bertransaksi.

“Pengungkapan narkoba ini tak lepas dari peran masyarakat yang menginformasikan didaerahnya ada transaksi narkoba. Saya mengapresiasi warga dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Karawang,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Karawang, AKP Eko Condro merincikan, kesepuluh tersangka diantaranya Jerico (31), Yusuf (24), Saptana (46), Ocep (44), Aang (37), Tommy (37), Katma (31), Soleh (38), Saripudin (32), dan Mukhtar (68). “Empat nama terakhir merupakan jaringan Aceh. Sabu seberat 22,56 gram ditemukan petugas dari tangan mereka,” tuturnya.

Menurutnya, para pengedar jaringan Aceh ini merupakan pemasok sabu ke daerah Karawang, Subang dan Purwakarta. “Setiap belanja mereka membeli tidak kurang dari 1 Ons untuk kemudian di recah ke dalam paket kecil. Para tersangka rata-rata membeli sabu dengan harga Rp 1,5 juta per gram dan dijual dengan harga Rp 1,8 juta per gram,” jelasnya.

Sepuluh tersangka pengedar sabu-sabu akan dijerat dengan Pasal 114  Jo 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (rie)