4 Persika Karawang vs Cilegon United FC 0

4 Persika Karawang vs Cilegon United FC 0

98
0
SELEBRASI. Striker Persika Karawang, Rudiyana, melakukan selebrasi usai menjebol gawang Cilegon United FC dalam laga perdana Liga 2 Indonesia di Stadion Singaperbangsa, kemarin sore (25/4). Dalam laga ini, Rudiyana menjadi bintangnya setelah mencetak 2 gol kemenangan Persika. REZZA RIZALDI / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Laskar Jawara Pesta Gol di Laga Perdana

KARAWANG – klub kebanggaan warga Kabupaten Karawang, Persika, melakoni laga perdana di Liga 2 Indonesia dengan mulus. Persika berhasil mempercundangi lawannya, Cilegon United 4-0 saat berlaga di Stadion Singaperbangsa, kemarin sore (25/4). Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persika untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2018 selanjutnya.

“Kemenangan di laga pertama ini jadi modal berharga bagi kami. Kita memulai kompetisi dengan baik. Skema permainan kita berjalan maksimal. Saya puas dengan penampilan anak-anak,” ujar Pelatih Kepala Persika, Ricky Nelson kepada Karawang Bekasi Ekspres.

Menurut pelatih asal Kupang itu, pada pertandingan perdana ini anak asuhnya tampil cukup apik. Strategi melalui bola mati dan serangan balik yang diterapkan Laskar Jawara –julukan Persika, sukses menghasilkan 4 gol dalam laga ini.

Rudiana, yang pernah berkostum Persib Bandung itu, menjadi bintangnya. Dia sukses mencetak 2 gol melalui sundulan kepala. Dua gol pertama yang dicetak Rudiana tercipta pada menit 11’ dan 23’ melalui bola mati. Adapun gol-gol Persika lainnya dicetak Ade Suhendra, dan Tamsil Sijaya, melalui skema serangan balik.

Di laga itu, Persika memang mendominasi serangan dari sektor sayap. Hal itu diakui Pelatih Kepala Cilegon United FC, Imam Riyadi. Menurut dia, Persika yang menggunakan skema 3-5-2 kerap melakukan serangan balik lewat sektor sayap.

“Skema 3-5-2 Persika memang mengandalkan serangan wing (sayap, Red). Terbukti dengan dua gol yang terjadi saat serangan balik lewat sayap,” tuturnya.

Ia pun memuji permainan Persika yang tampil cepat dan trengginas. “Saya akui, pemain kami kaget saat terjadi servis bola mati. Kami bermain sedikit gugup di laga pertama ini,” tambahnya.

“Jujur kami tidak siap. Di pertandingan pertama ini kami sedikit gugup. Anak-anak juga terkendala cuaca, karena kami biasa berlatih di tempat panas. Sedangkan saat pertandingan di Karawang cuaca hujan,” sambungnya.

Imam pun menyoroti atmosfer Stadion Singaperbangsa yang dia sebut positif. Pendukung Persika memang menekan tim tamu dengan nyanyian dan chant-chant mereka. “Dari tahun kemarin, atmosfer di sini memang bagus,” bebernya.

Persika memang serius mempersiapkan diri untuk Liga 2 ini. Persiapan untuk musim 2018 dilakukan sejak Januari. Mereka pun mematok lolos ke liga 1 di musim depan. Berdasarkan pantauan Karawang Bekasi Ekspres di lokasi, terdapat sejumlah poster dan baliho bernada optimistis di setiap sudut perkotaan Karawang. Termasuk di dalam Stadion Singaperbangsa.

Baliho besar itu memuat foto Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Wakil Bupati, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari dan Ustadz Yusuf Mansur. Ada juga gambar manajer dan pelatih Persika. Baliho itu bertuliskan Laskar Jawara Liga 1 Harga Mati. (rie/rez)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY